Headlines News :

Kenapa para mujahidin melakukan tindakan terorisme ?

Pertanyaan :

Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Fadholah Ibnu 'Ubaidillah rodiyallahu 'anhu: "Maukah kalian saya kabarkan tentang seorang mu'min? Yaitu seorang yang mana manusia merasa aman darinya terhadap harta dan jiwa mereka. Sedangkan seorang muslim adalah seorang yang mana manusia selamat dari lisan dan tangannya. Adapun mujahid adalah seorang yang jiwanya bersungguh sungguh dalam ketaatan kepada Allah, dan adapun muhajir adalah seorang yang meninggalkan kesalahan kesalahan dan dosa dosa."

Assalamu 'alaikum wahai pengurus situs kita yang terhormat.

Keadaan di Bagdad telah diketahui oleh semua orang. Pemboman pemboman dan pembunuhan... Sampai pada tingkatan bahwa seseorang ketika ia keluar dari rumahnya, ia tidak mengetahui apakah ia akan dapat kembali ke rumahnya ataukah tidak? Bahkan dalam tidurpun, saya dihantui oleh mimpi buruk yang mengerikan disebabkan oleh kondisi ini.

Saya berkeinginan untuk bertanya pada anda dan kepada syeikh kami yang terhormat.

Apakah membunuh manusia seperti ini adalah halal? Yang saya ketahui adalah bahwa barang siapa yang membunuh satu jiwa mu'min maka haram surga atasnya. Lalu bagaimana gerangan terhadap mereka yang membunuh putera putera negeriku dan mengatakan jihad dan islam?

Islam macam apa ini dan dien macam apa ini yang atas namanya manusia dibunuh?

Jihad adalah mempertahankan jiwa dan menjaga kaum mukminin, bukan membunuh mereka.

Sampai kita berada pada fase bahwa islam adalah dien terorisme.

Sesungguhnya Allah telah mewasiatkan untuk mengasihi (rahmah), dan diantara nama-Nya adalah Ar Rahiim.

Kasihilah kami, semoga Allah mengasihi kalian.... Dan seterusnya.

Hormatku untuk semua pengurus situs ini.

Penanya: Lina Al Mausawiy

Jawaban :

الحمد لله رب العالمين وصلي الله علي نبينا محمد وعلي آله وصحبه وسلم، وبعد

Allah Ta'ala berfirman:

يا أيها الذين آمنوا كونوا قوامين لله شهداء بالقسط ولا يجرمنكم شنآن قوم علي ألا تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون

"Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian semua sentiasa menjadi orang-orang yang menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil; dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap sesuatu kaum itu mendorong kalian kepada tidak melakukan keadilan. Hendaklah kalian berlaku adil (kepada siapapun juga) karena sikap adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan." (Al Maidah : 8)

Hukum aslinya adalah bahwa seorang muslim adalah haram darah, harta dan kehormatannya. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Shohihain (Shohih Bukhoriy dan Shohih Muslim. pent) dari hadits Abu Hurairah rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إن دماءكم وأموالكم وأعراضكم حرام عليكم كحرمة يومكم هذا في شهركم هذا في بلدكم هذا

"Sesungguhnya darah darah kalian, harta harta kalian dan kehormatan kehormatan kalian adalah haram atas kalian seperti haramnya hari kalian ini pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini."

Telah tetap dalam Shohihain juga hadits dari Abdullah bin Mas'ud rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: (Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda) :

لا يحل دم امرء مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث النفس بالنفس والثيب الزاني والتارك لدينه المفارق للجماعة

"Tidak halal darah seorang muslim yang bersyaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan bahwa sesungguhnya aku adalah Rosulullah, kecuali dengan salah satu dari tiga sebab: jiwa (dibalas) dengan jiwa, orang yang sudah menikah yang berzina, orang yang meninggalkan diennya yang keluar dari jama'atul muslimin."

Para mujahidin diperintahkan untuk membela kehormatan dan harta kaum muslimin, demikian juga para mujahidin diperintah untuk memerangi kaum salibis dan memerangi siapapun yang membantu mereka dengan perkataan ataupun dengan perbuatan, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا اليهود والنصارى أولياء بعضهم أولياء بعض ومن يتولهم منكم فإنه منهم إن الله لا يهدى القوم الظالمين

"Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kalian mengambil orang- orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai wali wali, karena sebagian mereka adalah wali wali bagi sebagian yang lain; dan barang siapa di antara kalian yang bertawalli kepada mereka, maka sesungguhnya ia termasuk dari golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang berlaku zalim." (Al Maidah : 51)

Maka seorang muslim adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya, dimanapun ia berada, miliknya nya adalah apa yang menjadi milik kita dan kewajibannya adalah apa yang menjadi kewajiban kita.

Sedangkan orang kafir murtad, kita memeranginya dimanapun ia berada, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

يا أيها الذين آمنوا قاتلوا الذين يلونكم من الكفار وليجدوا فيكم غلظة واعلموا أن الله مع المتقين

"Hai orang orang yang beriman, perangilah orang orang kafir yang dekat dengan kalian, dan hendaknya mereka mendapatkan kekerasan dari kalian, dak ketahuilah bahwa Allah bersama orang orang yang bertaqwa." (At Taubah:123)

Adapun menuduh para mujahidin bahwa mereka menargetkan orang orang yang tidak bersalah dari kalangan anak anak dan para wanita serta orang orang yang bukan perajurit perang, maka itu adalah murni fitnah dan kedustaan yang tidak ada buktinya sama sekali. Adapun mensifati para mujahidin dengan sebutan teroris, maka ini tidak akan membinasakan dan membahayakan mereka, selama teror tersebut diarahkan kepada musuh musuh Allah dari kalangan yahudi, salibis dan para murtaddin (orang orang yang murtad). Allah telah berfirman:

وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم وآخرين من دونهم لا تعلمونهم الله يعلمهم وما تنفقوا من شيء في سبيل الله يوف إليكم وأنتم لا تظلمون

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda kuda yang ditambat untuk berperang yang dengan persiapan itu kalian dapat menteror musuh Allah, musuh kalian dan orang orang yang kalian tidak mengetahuinya, sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepada kalian dan kalian tidak akan dizalimi." (Al Anfal:60)

Maka kaum muslimin harus memihak kepada saudara saudara mereka para mujahidin dan tidak mempercayai semua berita tentang saudara saudara mereka para mujahin yang bersumber dari musuh musuh Allah.

Wallahu a'lam.

Dijawab oleh: Anggota Lajnah Syar'iyyah Mimbar Tauhid.

Al Khotib Al Baghdady.

Bagaimana cara menjadi teroris

Duhai teroris !!!

Ia adalah seorang yang meninggalkan keluarganya, kampung halamannya dan harta bendanya...

Untuk apa ??? Kemana ia pergi ???

Apakah ia pergi untuk berbisnis ? Ataukah mencari jabatan yang bagus ? Atau mencari ketenaran ? Atau ia sedang dalam perjalanan wisata ? Atau sedang mencari harta karun ? Atau sedang keliling dunia untuk melampiaskan syahwatnya diantara kedua paha wanita di bar bar khamar ? Atau apa ?

Sebenarnya ia bukan termasuk dari mereka semua!

Mungkin ia penyelundup narkotika ? Atau seorang pencuri ? Atau orang yang menakut nakuti masyarakat?

Sebenarnya ia juga tidak termasuk dari mereka ini !

Lalu siapakah dia?

Ia adalah seorang mujahid fi sabilillah, yang pergi meninggalkan keluarganya padahal mereka adalah manusia yang sangat ia cintai. Ia pergi meninggalkan harta bendanya yang telah lama ia kumpulkan. Ia pergi meninggalkan kampung halamannya yang telah ia tinggali sejak kecil. Ia pergi meninggalkan teman teman dan sahabat sahabatnya yang telah ia temani sejak kanak kanak. Ia keluar dengan jasadnya menuju medan medan tempur dan bumi bumi jihad agar ia dapat menghabiskan sisa umurnya dan mengorbankan jiwanya demi meninggikan dien ini, demi menolong saudara saudaranya kaum mu'minin yang sedang ditindas, demi meninggikan kalimat Allah, dan demi mengangkat tinggi tinggi panji dien.

Bagaimana musuh tidak merasa terteror olehnya, sedangkan ia adalah seorang yang mencari cari kematian yang mereka semua lari darinya ?! Menang atau bergabung dengan kafilah syuhada.

Ia tidak puas kecuali dengan mengamalkan puncak tertinggi dari dien ini, karena cita citanya sangat tinggi dan azzamnya sangat kuat. Maka Rob nyapun membalasnya dengan balasan yang paling besar dan paling agung. Perhatikanlah ini dan kagumilah !

عن ابي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم موقف ساعة في سبيل الله خير من قيام ليلة القدر عند الحجر الأسود

"Dari Abu Huroiroh rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Satu jam fi sabillah adalah lebih baik dari pada berdiri sholat pada malam Lailatul Qodhri di Hajar Aswad"

وعن عمران بن حصين رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم لقيام رجل في سبيل الله ساعة خير من عبادة ستين سنة

"Dan dari 'Imran bin Hushain rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sungguh berdirinya seseorang di jalan Allah selama satu jam adalah lebih baik dari ibadah 60 tahun"

Bila seandainya jihadnya tersebut hanya berupa kegiatan ribath (berjaga jaga) di daerah perbatasan, agar wilayah Islam tidak dikuasai dan dihancurkan oleh musuh, maka ini sudah cukup sebagai keutamaan dan kemuliannya.

فعن فضالة بن عبيد رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم كل ميت يختم علي عمله إلا المرابط فإنه ينمو له عمله إلي يوم القيامة ويؤمن من فتان القبر

"Dari Fadholah bin 'Ubaid rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Setiap orang yang mati akan ditutup amalnya kecuali seorang murobith (orang yang ber-ribath). Sesungguhnya amalnya akan selalu bertambah untuknya sampai hari kiamat, dan ia aman dari dua penanya dalam kubur"

Yang dimaksud dengan dua penanya adalah Munkar dan Nakir 'alaihimas salam.

وعن ابي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم من مات مرابطا في سبيل الله أجرى عليه أجر عمله الصالح الذي كان يعمل وأجرى عليه رزقه وأمن من الفتان وبعثه الله يوم القيامة آمنا من الفزع

"Dari Abu Huroiroh rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Barang siapa yang meninggal dalam keadaan sedang ber-ribath di jalan Allah, maka dialirkan terus pahala amal sholeh yang telah ia amalkan, dialirkan terus rezkinya, ia aman dari dua penanya dan Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan aman dari kedasyatan kiamat." Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan isnad shohih.

وعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم رباط يوم في سبيل الله أفضل من قيام رجل وصيامه في أهله شهرا

"Dari Anas bin Malik rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Ribath satu hari di jalan Allah lebih utama dari sholat dan puasanya seseorang pada keluarganya selama satu bulan."

Dan cukuplah baginya pahala yang ia dapatkan saat memanah atau melempar atau menembak musuhnya dengan anak panah, tombak ataupun pelurunya.

فعن عمرو بن عنبسة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم من شاب شيبة في سبيل الله تعالي كانت له نورا يوم القيامة ومن رمى بسهم في سبيل الله تعالي بلغ العدو أو لم يبلغ كان له كعتق رقبة ومن أعتق رقبة مؤمنة كانت له فداءه من النار عضوا بعضو

"Dari 'Amru bin 'Anbasah rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang beruban rambutnya di jalan Allah, maka itu menjadi cahaya baginya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memanahkan anak panah di jalan Allah, sampai kepada musuh ataupun tidak, maka itu baginya seperti memerdekakan budak. Dan barang siapa yang memerdekakan budak mu'min, maka itu menjadi penebusnya dari api neraka, anggota badan per anggota badan."

Maka jihad adalah cahaya, penambahan pahala, melapangkan dada, perdagangan yang sekali kali tidak akan rugi, serta menjadikan Allah ridho kepada pelakunya, dan cukup sudah!

Maka bagi mereka yang ingin menjadi teroris, dimana orang orang kafir akan merasa terteror saat mendengar namanya disebut, sehingga mereka perlu membuat seribu perhitungan untuk berhadapan dengannya, maka inilah jalan kemulian telah ada di hadapanmu, sungguh Allah Ta'ala telah berfirman kepada setiap orang mu'min:

وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم وآخرين من دونهم لا تعلمونهم ألله يعلمهم

"Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian mampui dan dari kuda kuda yang ditambat untuk berperang, yang dengan persipan itu kalian dapat menteror musuh Allah, musuh kalian dan orang orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya." (Al Anfal : 60)

Hadits tentang polisi pemerintah zalim

Pertanyaan :

Apakah hadits ini shohih :

روى الطبراني في الصغير و الأوسط، عن ابي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم، يكون في آخر الزمان الأمراء ظلمة، ووزراء فسقة، وقضاة خونة وفقهاء كذبة، فمن أدرك ذلك الزمان منكم فلا يكون لهم جابيا ولا عريفا ولا شرطيا

"Ath Thobroniy telah meriwayatkan di dalam "Ash Shogir" dan "Al Ausath", dari Abu Huroiroh rodiyallahu 'anhu, beliau berkata: Telah bersabda Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam: Pada akhir zaman nanti akan ada pemimpin pemimpin yang zalim, menteri menteri yang fasiq, hakim hakim yang khianat, dan fuqoha (ulama) yang pendusta. Maka barang siapa diantara kalian yang menemui zaman itu, maka jangan menjadi tukang penarik (pajak) mereka, pembantu mereka, dan polisi mereka."

Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa hadits ini sesuai dengan realita, dan apa yang akan dikerjakan bagi mereka yang bekerja di dalam pemerintahan mereka yang tidak menerapkan syari'at?

Jawaban :

Segala puji milik Allah. Sholawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, juga atas keluarga dan sahabat beliau. Wa ba'du :

Hadits yang disebutkan ini adalah hadits dho'f isnadnya.

Akan tetapi hadits (dibawah) ini adalah shohih :

ليأتين عليكم أمراء يقربون شرار الناس ويؤخرون الصلاة عن مواقيته، فمن أدرك ذلك منكم، فلا يكونن عريفا ولا شرطيا ولا جابيا ولا خازنا، رواه ابن حبان في صيحيحه

"Sungguh akan pasti datang kapada kalian para pemimpin yang menjadikan manusia manusia terjelek sebagai orang dekatnya dan mengakhirkan sholat dari waktu waktunya, maka barang siapa diantara kalian yang mendapatkan zaman itu, maka jangan sekali kali ia menjadi pembantu mereka, juga jangan pula polisi mereka, jangan pula sebagai tukang pemungut (pajak) mereka dan jangan pula sebagai tukang bendahara mereka."

Maknanya, bahwa pemimpin pemimpin zalim itu telah memperkerjakan para polisi dan para pembantu mereka dalam menzalimi masyarakat, juga memperkerjakan para pemungut pajak dan para bendahara dalam memakan harta harta masyarakat secara bathil, para pemungut adalah yang mengambil harta tersebut dan para bendahara yang menjaganya.

Maka para polisi, para pembantu, para pemungut dan para bendahara tersebut telah berserikat dengan para pemerintah di dalam kezaliman dan tindakan aniaya mereka.

Dan ini adalah bersifat umum bagi semua jabatan yang berserikat dengan orang orang zalim dalam kezaliman mereka.

Telah ada juga dalam pembahasan ini sebuah hadits dari Abu Huroiroh dalam riwayat Muslim, Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

صنفان من أهل النار لم أرهما، قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات، مميلات مائلات، رؤوسهن كاسنمة البخت المائلة، لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها لتوجد من مسيرة كذا وكذا

"Dua golongan dari penduduk neraka yang saya belum melihatnya. Suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya mereka memukul manusia. Dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggok-lenggok, kepala mereka laksana punuk onta miring yang tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya wanginya. Dan sesungguhnya aromanya bisa didapat dari jarak sekian dan sekian."

Orang orang yang membawa cambuk dan memukul manusia, mereka adalah para polisi yang merupakan alat untuk menzalimi yang berada di tangan pemerintah lalim, sebagaimana telah dijelaskan oleh An Nawawiy dalam Shohih Muslim.

Sebagaimana apa yang kita lihat sekarang, mereka menyiksa para da'i dan mujahidin, yang memukul kaum muslimin yang melakukan demo dalam rangka membela saudara saudara mereka di negeri negeri yang mana kaum muslimin sedang dizalimi oleh orang orang kafir.

Kita memohon kepada Allah agar Dia melindungi kita dan saudara saudara kita kaum muslimin dari kezaliman dan orang orang zalim.

Wallahu a'lam.

Dijawab oleh : Syeikh Hamid bin Abdullah Al 'Aliy.

Makna ILAH

Diantara syarat syarat kalimat tauhid laa ilaaha illallaah adalah ilmu, maksudnya: seseorang yang mengucapkannya harus mengetahui apa makna yang terkandung di dalamnya. Karena yang dituntut dari setiap orang bukan hanya mengucapkan kalimat ini dengan lisan saja, melainkan juga ia dituntut untuk memenuhi segala syarat syaratnya. Diantara syarat syaratnya adalah mengetahui apa makna yang terkandung di dalamnya.

Allah Ta'ala telah memerintahkan:

فاعلم أنه لاإله إلاالله

"Ketahuilah bahwa tidak ada Ilah (yang berhak untuk diibadahi) selain Allah"(Muhammad : 19).

Dalam sebuah hadits shohih riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

من مات وهو يعلم أنه لاإله إلاالله دخل الجنة

"Barangsiapa yang mati sedang ia mengetahui bahwa tidak ada Ilah selain Allah, maka ia masuk surga".

Mafhum dari hadits ini adalah bahwa barang siapa yang mati sedang ia tidak mengetahui bahwa tidak ada Ilah selain Allah maka ia tidak akan masuk surga. Orang yang tidak masuk surga adalah bukan orang Islam. Karena orang muslim akan masuk surga. Dalam hadits shohih muttafaqun 'alaihi telah disebutkan bahwa Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

لا يدخل الجنة إلا نفس مسلمة

"Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim".

Sebab orang yang tidak mengetahui tauhid maka ia tidak akan dapat mengamalkan dan menerapkan tauhid. Dan barang siapa yang tidak mengamalkan dan menerapkan tauhid maka ia adalah seorang musyrik. Dan segala amalan amalan kebaikan yang dilakukan oleh seorang musyrik tidak akan diterima di sisi Allah, karena amalan amalan tersebut dikerjakan tidak berlandaskan pada tauhid.

Allah Ta'ala berfirman tentang amalan amalan orang orang musyrikin:

وقدمنا إلي ما عملوا من عمل فجعلناه هباء منثورا

"Dan Kami datangkan apa apa yang telah mereka amalkan, lalu Kami menjadikannya sebagai debu yang berterbangan"

Jadi masalah ini adalah masalah besar dan bukanlah masalah sepele. Karena bagaimana mungkin kita dapat mengamalkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah (tidak ada Ilah kecuali Allah) kalau kita tidak mengetahui makna dari kalimat tersebut. Bahkan orang yang tidak mengetahui makna kalimat ini, maka pasti ia akan mengucapkan atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kalimat ini, baik secara sadar ataupun tanpa sadar! Lihatlah keadaan pemerintah thogut nkri di sekitar kita. Mereka mengklaim diri mereka sebagai bagian dari kaum muslimin, mereka sholat, puasa serta selalu mengucapkan laa ilaaha illallah (tidak ada Ilah selain Allah), akan tetapi mereka pada waktu yang bersamaan telah mengatakan secara lisan ataupun secara tingkah laku bahwa diri mereka adalah Ilah Ilah selain Allah !!! Subhanallah !!! Lihatlah juga keadaan aparat aparat keparat yang telah menjadi pelindung pelindung thogut. Sebagian mereka juga mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah (tidak ada Ilah selain Allah), akan tetapi pada waktu bersamaan mereka rela menjadi pelindung Ilah Ilah selain Allah, mereka rela membela mati-matian berhala pancasila dan memerangi tentara tentara tauhid !!! Lihatlah juga keadaan orang orang yang beribadah kepada kubur kubur. Mereka sering mengulang-ngulang kalimat tauhid laa ilaaha illallaah tidak ada Ilah kecuali Allah, akan tetapi pada waktu bersamaan mereka telah menjadikan kubur kubur yang mereka ibadahi tersebut sebagai Ilah Ilah selain Allah !!! Kenapa bisa terjadi begini? Karena mereka semua mengucapkan kalimat ini dengan tanpa memenuhi syarat syaratnya, yang salah satunya adalah syarat ilmu. Maka jelas mereka tidak akan dapat mengamalkan dan menerapkan kandungan dari kalimat ini, sehingga mereka bukanlah termasuk orang yang bertauhid !!!

Makna Ilah

Untuk dapat memahami kalimat ini, maka pertama tama kita harus memahami makna dari kata Ilah, sehingga ketika kita mengucapkan kalimat "tidak ada Ilah kecuali Allah" maka kita mengucapkannya berdasarkan ilmu, kita mengetahui apa yang kita ucapkan dan kita siap untuk merealisasikannya. Kita hidup dan mati demi kalimat ini.

Kata Ilah إله dalam bahasa Arab bermakna: sesuatu yang diibadahi, baik secara haq ataupun secara batil. Allah adalah satu satunya Ilah yang haq, hanya Dia saja Ilah yang berhak untuk diibadahi. Adapun pancasila yang disembah, presiden yang ditaati secara mutlak, kuburan yang disembah, salib, patung budha, tempat tempat yang dikeramatkan dan dikultuskan dan lain lain adalah merupakan Ilah bagi orang yang beribadah kepadanya, tapi ini semua adalah Ilah Ilah yang bathil dan palsu, karena ini semua hanyalah makhluk dan sama sekali tidak berhak untuk diibadahi.

الإله (Al Ilah) berasal dari kata alaha - ya'lahu - uluuhah - ilaahah - uluuhiyyah yang bermakna beribadah. Adapun Ilaah adalah sinonim dari kata Ma'luuh yang bermakna obyek yang diibadahi atau sesuatu yang di ibadahi. Bentuk jamak dari kata Ilaah إله adalah aalihah آلهة (Ilah Ilah). Orang orang musyrikin Arab pada zaman Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam telah menyebut berhala berhala mereka dengan aalihah, karena berhala yang mereka ibadahi tidak hanya satu, tapi banyak, diantaranya adalah berhala lata, berhala uzza, berhala manat dan lain lain. Itulah sebabnya kenapa mereka sangat heran terhadap da'wah tauhid Nabi Muhammad shollallahu 'alihi wa sallam, mereka berkata:

أجعل الآلهة إلها واحدا إن هذا لشيئ عجاب

"Kenapa ia menjadikan Ilah Ilah itu hanya Ilah Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar benar suatu hal yang mengherankan"(Shaad : 5)

Jadi mereka heran terhadap da'wah tauhid yang disampaikan oleh Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam. Mereka sangat tahu sekali makna dari kata Ilah. Itulah sebabnya mereka enggan mengucapkan laa ilaaha illallaah (tidak ada Ilah kecuali Allah), karena dengan mengucapkan kalimat ini berarti mereka harus meninggalkan Ilah Ilah mereka yang sedang mereka ibadahi. Mereka tahu betul bahwa konsistensi dari mengucapkan kalimat tauhid adalah meninggalkan peribadatan kepada seluruh Ilah Ilah selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Ta'ala telah menceritakan keadaan mereka:

إنهم كانواإذا قيل لهم لاإله إلاالله يستكبرون، ويقولون أإنالتاركوا الهتنا لشاعر مجنون

"Sesungguhnya mereka (orang orang musyrikin) apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallaah (tidak ada Ilah kecuali Allah)" mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: "Apakah kami harus meninggalkan Ilah Ilah kami karena seorang penyair yang gila?"(Ash Shaaffaat : 35-36)

Mereka tahu betul makna kata Ilah. Maka celakalah orang yang mana Abu Jahal lebih tahu darinya tentang makna Ilah !

Jadi segala sesuatu yang diibadahi walau dengan satu bentuk ibadah saja, adalah merupakan Ilah bagi orang yang beribadah kepadanya. Dan ibadah itu sendiri memiliki arti yang luas, tidak seperti yang digambarkan oleh orang orang sekuler, ulama ulama pancasila dan penyembah penyembah kubur. Mereka menggambarkan bahwa ibadah hanyalah amalan amalan seperti sholat, sedekah, puasa, baca Al Quran, dan melaksanakan ibadah haji saja. Sehingga mereka santai santai saja ketika mempersembahkan satu atau beberapa bentuk ibadah kepada sembahan sembahan mereka selain Allah, mereka mengklaim bahwa mereka meyakini tidak ada Ilah selain Allah, padahal kenyataannya mereka telah beribadah kepada banyak Ilah Ilah selain Allah !!!

Bentuk bentuk ibadah

Diantara bentuk bentuk ibadah selain ibadah ibadah ritual yang nampak jelas bagi semua orang, seperti sujud, ruku', sholat, puasa, sedekah, haji dan lain lain adalah seperti dalam perkataan Ibnu Katsir rohimahullah yang telah dinukilkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdulwahab di dalam kitab beliau 'Utsulus Tsalatsah, Ibnu Katsir berkata:

"Pencipta segala sesuatu ini adalah yang berhak untuk diibadahi. Dan bentuk bentuk ibadah yang telah Allah perintahkan adalah seperti islam, iman dan ihsan, dan termasuk darinya adalah do'a, khouf (takut), roja (rasa berharap), tawakkal, roghbah (rasa berharap), rohbah (rasa takut), khusu', khosyyah (takut), inabah (kembali bertaubat), isti'anah (meminta tolong), isti'adzah (meminta perlindungan), menyembelih hewan, nadzar dan bentuk ibadah yang lain lainnya yang telah Allah perintahkan semuanya hanya untuk Allah Ta'ala."

Dalam kitab Hasyiyah Ushulus Tsalastsah disebutkan bahwa makna perkataan Ibnu Katsir "Dan bentuk ibadah yang lainnya yang telah Allah perintahkan" adalah: "Ini bermakna bahwa bentuk bentuk ibadah tidak hanya khusus pada hal hal ini saja dan tidak terbatas pada bentuk bentuk ini saja yang telah disebutkan oleh beliau rohimahullah, akan tetapi bentuk bentuknya sangat banyak sekali." (Lihat Hasyiyah Utsulus Tsalatsah halaman 54).

Diantara bentuk ibadah adalah ketaatan. Maka wajib beribadah hanya kepada Allah Ta'ala bermakna wajib taat hanya kepada Allah Ta'ala. Yang berhak untuk dita'ati hanyalah Allah Ta'ala saja. Adapun siapapun selain-Nya, maka mereka semua ditaati karena Allah atau atas izin atau perintah dari Allah Ta'ala. Mereka ditaati pada hal hal yang tidak bertentangan dengan syari'at Allah

Dalam sebuah hadits disebutkan:

لا طاعة لبشر في معصية الله، إنما الطاعة في معروف

"Tidak ada ketaatan kepada manusia dalam bermaksiat kepada Allah, ketaatan hanyalah pada hal yang ma'ruf"

Makhluk apapun yang ditaati secara mutlak bagaimanapun dan apapun juga keadaanya, tanpa melihat apakah ia baik atau buruk dan tanpa melihat apakah perkara tersebut adalah perkara yang baik atau tidak baik, maka makhluk tersebut telah menjadi Ilah dan sembahan bagi orang yang taat buta kepadanya. Dan siapapun juga yang memerintahkan orang lain untuk taat buta kepadanya dalam segala hal dan kondisi, baik pada hal hal yang baik ataupun hal hal yang buruk dan kesyirikan, maka orang tersebut telah menjadi thogut yang wajib untuk kita jauhi dan kufuri.

Betuk ketaatan mutlak seperti ini bila dipersembahkan kepada makhluk, maka ini merupakan sebuah bentuk kesyirikan dan kekafiran yang nyata. Berikut adalah sebagian dari dalil dalilnya:

وإن الشياطين ليحون إلي أولياءهم ليجادلوكم وإن أطعتموهم إنكم لمشركون

"Sesungguhnya syetan syetan itu membisikkan kepada kawan kawannya agar mereka membantah (mendebat) kalian, dan jika kalian mentaati mereka, tentu kalian menjadi orang orang musyrik."(Al An'am:121)

Disebutkan dalam asbabun nuzul ayat ini, bahwa orang orang musyrikin mendebat para sahabat rodiyallahu 'anhum tentang pengharaman bangkai binatang, karena mereka (orang orang musyrikin) tidak mengharamkan bangkai, lalu turunlah ayat ini: "Bila kalian mentaati mereka, tentu kalian menjadi orang orang musyrikin"

Suatu perbuatan tidak disebut sebagai kesyirikan kecuali apabila terdapat suatu ibadah yang dipersembahkan kepada selain Allah Azza wa Jalla. Lalu apa bentuk ibadah yang dipersembahkan kepada selain Allah dalam ayat diatas? Jawabannya adalah ketaatan.

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang orang yang murtad sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syetan telah menjadikan mereka mudah berbuat dosa dan memanjangkan angan angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah berkata kepada orang orang yang membenci apa apa yang telah Allah turunkan: "Kami akan mentaati kalian dalam beberapa urusan", sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka."(Surat Al Qital:25-26)

Dalam menafsiri firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya orang orang yang murtad", Ibnu Katsir rohimahullah berkata: "Maksudnya mereka yang meninggalkan keimanan dan kembali kepada kekafiran."

Kemurtadan terjadi apabila seseorang melaksanakan kesyirikan, lalu apa kesyirikan yang disebut dalam ayat diatas? Jawabannya adalah ketaatan kepada orang orang yang membenci apa yang diturunkan oleh Allah pada suatu masalah tertentu. Lalu bagaimana gerangan bila mentaati mereka pada semua masalah ?!

Jadi, seseorang yang mengatakan kepada suatu makhluk tertentu apapun juga bentuk makhluk tersebut, baik berupa seorang manusia atau sekumpulan orang, atau suatu pemerintahan, atau suatu pemikiran seperti pancasila, atau suatu majelis seperti dpr/mpr atau apapun juga bentuknya: "Engkau mempunyai hak untuk memerintah apapun, engkau berhak memutuskan segala hal, apa yang engkau anggap baik maka ia adalah kebaikan dan apa yang engkau anggap buruk maka ia adalah keburukan, dan engkau mempunyai hak untuk ditaati dalam hal itu semua, engkau wajib ditaati apapun yang engkau perintahkan.". Maka orang ini telah menjadikan makhluk tersebut sebagai Ilah yang ia ibadahi selain Allah, bentuk peribadatannya kepada makhluk tersebut adalah ketaatan kepadanya.

Diantara bentuk ibadah yang lain adalah tahaakum (berhakim atau berhukum). Bila seseorang dalam segala urusannya berhakim kepada syariat Allah, maka dia adalah hamba Allah dan masuk dalam peribadatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebaliknya, bila ia berhakim kepada selain Allah, walaupun pada suatu urusan tertentu, maka ia berarti telah beribadah kepadanya dan telah menjadikannya sebagai Ilah selain Allah.

Allah Ta'ala berfirman:

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang orang yang mengaku ngaku telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hendak berhakim kepada thogut, padahal mereka telah diperintah untuk kafir kepada thogut. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.(An Nisa ; 60)

Syeikh Muhammad bin Ibrahim rohimahullah berkata dalam buku beliau Tahkimul Qowanin (Hukum menerapkan undang undang buatan): "Sesungguhnya firman Allah Azza wa Jalla: "Mengaku ngaku" adalah bentuk pendustaan bagi mereka atas apa yang mereka klaim dari keimanan, karena tidak akan berkumpul di dalam hati seseorang perbuatan berhakim kepada selain apa yang telah dibawa oleh Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam dengan keimanan, bahkan masing masing dari keduanya akan menafikan (meniadakan) yang lain."

Syeikh Abu Bashir Ath Thorthusiy hafizhahullah berkata: "Bila keimanan tidak terdapat pada diri seseorang kecuali dengan berhakim (atau berhukum) kepada syari'at Allah Azza wa Jalla, maka hal itu menunjukkan dua hal. Pertama, bahwa sesungguhnya berhakim (berhukum) kepada syari'at Allah Ta'ala adalah sebuah ibadah kepada-Nya Subhanahu wa Ta'ala karena perbuatan ini adalah syarat dari keimanan. Sesuatu hal tidak akan menjadi syarat dari keimanan kecuali ia mengandung peribadatan kepada-Nya Azza wa Jalla. Adapun yang kedua adalah, bahwa ketidak adanya sikap berhakim (berhukum) kepada syari'at Allah Azza wa Jalla akan meniadakan keimanan dari pelakunya. Dan telah disebutkan diatas bahwa keimanan tidak akan hilang pada diri pemiliknya kecuali karena sebab kesyirikan yang mengandung peribadatan kepada makhluk walau pada satu sisi tertentu. Maka (ini semua) menunjukkan bahwa perbuatan tahaakum (berhakim) adalah merupakan sebuah peribadatan dari pelakunya kepada obyek (yang ia berhakim kepadanya). Maka barang siapa yang berhakim kepada Allah saja dalam seluruh urusan kehidupannya yang khusus ataupun yang umum, maka ia adalah hamba Allah. Dan barangsiapa yang berhakim kepada selain Allah apapun juga bentuknya, walau pada satu permasalahan hidupnya, maka ia adalah hamba bagi sesuatu yang selain Allah ini." Dan ia telah menjadikan sesuatu yang selain Allah ini sebagai Ilah yang ia ibadahi selain Allah.

Diantara bentuk ibadah yang lain adalah: Kecintaan, kebencian, loyalitas dan permusuhan.

Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda

أوثق عرى الإيمان الموالة في الله والمعاداة في الله والحب في الله والبغض في الله عز و جل

"Sekokoh kokohnya ikatan iman adalah loyalitas (al muwalah) karena Allah, memusuhi (al mu'adah) karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah."

Jadi keempat perbuatan ini adalah merupakan ikatan keimanan yang paling kokoh, karena perbuatan perbuatan ini adalah merupakan bentuk peribadatan yang paling sempurna dan paling tinggi tingkatannya. Keempat perbuatan ini wajib untuk dipersembahkan hanya untuk Allah Azza wa Jalla. Adapun selain Allah, maka mereka semua dicintai atau dibenci karena Allah, serta diloyali dan dimusuhi karena Allah.

Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata: "Tidak boleh mencintai segala sesuatu yang ada karena sebab zatnya (dirinya) kecuali Dia Subhanahu wa bihamdihi. Segala sesuatu yang dicintai di alam semesta ini, itu hanyalah boleh untuk dicintai karena sebab selainnya, bukan karena sebab zatnya (dirinya). Hanya Rob Ta'ala yang wajib untuk dicintai karena Diri-Nya. Dan ini adalah termasuk dari makna makna ke-Ilahan-Nya. Dan bila di langit dan di bumi terdapat dua Ilah, maka langit dan bumi pasti akan hancur."

Maka barang siapa yang loyalitasnya, permusuhannya, kecintaannya dan kebenciannya karena Allah dan Rosul-Nya, dimana dia tidak mencintai kecuali apa apa yang dicintai oleh Allah dan Rosul-Nya, tidak membenci kecuali apa yang dibenci oleh Allah dan Rosul-Nya, serta tidak loyal kecuali kepada orang yang loyal kepada Allah dan Rosul-Nya dan tidak memusuhi kecuali orang yang dimusuhi oleh Allah dan Rosul-Nya, maka berarti dia adalah hamba Allah dan telah beribadah kepada-Nya saja. Sebaliknya, barangsiapa yang mana kecintaan dan kebenciannya, loyalitas dan permusuhannya berdasarkan selain Allah dan Rosul-Nya, maka berarti dia telah menjadi hamba bagi selain Allah tadi dan telah mempersembahkan kepadanya bentuk ibadah yang paling tinggi derajatnya.

Contoh, bila kecintaan, loyalitas dan permusuhan seseorang berdasarkan tanah air dan nasionalisme kebangsaan, dimana ia akan loyal kepada siapapun yang setanah air dan sebangsa dengannya walaupun mereka adalah musuh Allah dan Rosul-Nya, atau ia akan mencintai dan menjunjung tinggi budaya tanah air dan bansanya walaupun itu merupakan perbuatan syirik kepada Allah, maka berarti ia telah menjadi hamba tanah air dan telah beribadah kepada tanah air, baik ia mengakui hal ini ataupun tidak mengakuinya ! Apa yang ia ikrarkan bahwa tidak ada Ilah selain Allah adalah merupakan sebuah kedustaan besar, karena pada saat yang sama ia telah menjadikan tanah air dan bangsanya sebagai Ilah selain Allah !

Hak hak khusus yang hanya dimiliki oleh Ilah

Dari penjelasan diatas, maka kita dapat mengetahui beberapa diantara hak hak khusus ke-Ilahan yang hanya dimiliki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, dimana tidak satu makhlukpun boleh mengklaim bahwa dirinya memiliki salah satu atau beberapa dari hak hak ini, karena kalau demikian, maka ia telah mengklaim bahwa dirinya adalah Ilah selain Allah ! Atau tidak seorangpun boleh meyakini bahwa ada suatu makhluk apapun bentuknya, baik berupa satu orang manusia, atau sekumpulan orang, atau suatu bangsa, atau suatu pemikiran atau yang lainnya memiliki hak hak ini, karena kalau demikian, maka berarti ia telah meyakini bahwa makhluk tersebut adalah Ilah selain Allah ! Diantara hak hak khusus ke-Ilahan adalah sebagai berikut:

  • Hukum hanyalah milik Allah Ta'ala saja
  • Hak membuat syari'at dan undang undang, menghalalkan sesuatu dan mengharamkannya adalah hanya milik Allah Ta'ala saja.
  • Hanya Allah saja yang menentukan hukum sesuai apa yang Dia kehendaki dan tidak seorangpun dapat mengkritik hukum yang Dia tetapkan.
  • Hanya Allah Ta'ala saja yang tidak dimintai pertanggung jawaban, sedangkan selain-Nya maka mereka semua akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang telah mereka lakukan.
  • Hanya Allah Ta'ala saja yang dicintai karena Dzat-Nya, sedangkan selain-Nya maka mereka semua dicintai karena Allah dan atas izin dan perintah dari Allah.
  • Hanya Allah Ta'ala saja yang ditaati karena Dzat-Nya, sedangkan selain Allah Ta'ala maka mereka semua ditaati karena-Nya dan dalam rangka mentaati-Nya.
  • Hanya Allah Ta'ala saja yang dapat memberikan manfaat dan mendatangkan mudarat.

Setelah kita memahami ini semua, maka lihatlah disekitar kita, alangkah banyaknya orang yang mengklaim bahwa diri diri mereka adalah Ilah Ilah selain Allah, walaupun mereka tidak menamainya dengan nama Ilah, akan tetapi dengan sikap mereka yang telah merampas hak khusus yang hanya dimiliki oleh Allah, berarti mereka telah mengikrarkan bahwa diri mereka adalah Ilah selain Allah !!! Subhanallah !!! Maka mereka tidak ada bedanya dengan fir'aun yang telah berkata:

وقال فرعون ياأيها الملأ ما علمت لكم من إله غيري، فأوقد لي يا هامن علي الطين فاجعل لي صرحا لعلي أطلع إلي إله موسي وإني لأظنه من الكاذبين

"Dan fir'aun berkata: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Ilah bagi kalian selain aku. Maka bakarlah hai haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Ilah nya Musa, dan sesungguhnya aku benar benar yakin bahwa dia termasuk orang orang pendusta."(Al Qoshosh:38)

Dan alangkah banyak orang yang meyakini bahwa suatu makhluk tertentu, baik yang berupa seorang manusia, ataupun sekelompok orang, ataupun benda benda alam, ataupun kuburan ataupun suatu falsafat pemikiran tertentu, ataupun yang lainnya yang memiliki salah satu atau beberapa sifat ke-Ilahan yang hanya dimiliki oleh Allah. Maka dengan keyakinan mereka ini, mereka telah menjadikan makhluk makhluk tersebut sebagai Ilah Ilah selain Allah, walaupun mereka tidak menamakannya dengan nama Ilah !!!

Setelah itu, masihkah kita menganggap bahwa orang orang musyrikin itu adalah orang orang yang bertauhid ??? Bukankah mereka meyakini bahwa ada Ilah lain selain Allah??? Dan bahkan bukankah sebagian mereka malah lancang mengakui bahwa diri diri mereka adalah Ilah Ilah selain Allah ???

Penyusun: Muhajir

Peringatan buat aparat aparat thogut

Segala puji bagi Allah, dan sholawat dan salam atas Rosulullah.

Ketahuilah, semoga Allah memberimu taufiq kepada kebenaran yang nyata, bahwa kami, bila kami berbicara dan mendebat sebagian anggota aparat keamanan, mereka marah dan merasa heran bila kami mensifati mereka sebagai mata mata atau bahwa mereka memata-matai kaum muslimin atau nama dan istilah yang semisal ini yang mensifati hakekat pekerjaan mereka.

Hingga salah seorang dari mereka berkata: "Perkataan ini adalah cacian, tidak boleh kalian ucapkan kepada kami. Karena mata mata menurut undang undang adalah orang yang melakukan mata mata untuk kepentingan negara asing. Sedangkan kami adalah putra putra keluarga (putra putra bangsa), dan kami tidak rela dengan hal seperti ini.

Maka kami katakan, wa billahi at taufiq :

Ketahuilah wahai orang yang menelantarkan dien Allah dan syari'at-Nya yang suci, serta menolong dien thogut dan undang undang rendahannya. Pertama tama (sebelum yang lainnya) bahwa keputusan hukum bagi kami kaum muslimin adalah milik syari'at yang suci, bukan milik undang undang buatan sebagaimana halnya bagi diri kalian wahai kaum musyrikin.

Allah Ta'ala berfirman tentang orang orang yang bertauhid :

وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم

"Dan tidaklah patut bagi laki laki yang mu'min dan tidak pula bagi perempuan yang mu'ninah, apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka." (Al Ahzab:36)

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kaum musyrikin semacam kalian:

أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله

"Apakah mereka mempunyai sembahan sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka dien yang tidak diizinkan Allah ?" (Asy Syuura:21

Dan Dia berfirman:

اتخذوا أحبارهم ورحبانهم أربابا من دون الله

"Mereka telah menjadikan orang orang alimnya dan pendeta pendetanya sebagai Rob Rob selain Allah." (At Taubah:31)

Dan Dia berfirman juga:

ألم تر إلي الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك يريدون أن يتحاكموا إلي الطاغوت وقد أمروا أن يكفروا به ويريد الشيطان أن يضلهم ضلالا بعيدا

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang orang yang mengaku ngaku beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang telah diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thogut, padahal mereka telah diperintah untuk kafir kepadanya. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh jauhnya" (An Nisa:60)

Dan Allah telah mengumpulkan dua kelompok ini dan membeda bedakan antara keduanya dalam firman-Nya:

وإذا دعوا إلي الله ورسوله ليحكم بينهم إذا فريق منهم معرضون، وأن يكن لهم الحق يأتوا إليه مذعنين، أفي قلوبهم مرض أم ارتابوا أم يخافون أن يحيف الله عليهم ورسوله بل أؤلئك هم الظالمون، إنما كان قول المؤمنين إذا دعوا إلي الله ورسوله ليحكم بينهم أن يقولوا سمعنا وأطعنا وأولئك هم المفلحون، ومن يطع الله ورسوله ويخش الله ويتقه فأولئك هم الفائزون

"Dan apabila mereka diseru kepada Allah dan Rosul-Nya agar Rosul mengadili diantara mereka, tiba tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Tetapi jika keputusan itu (menguntungkan) untuk mereka, mereka datang kepada Rosul dengan patuh. Apakah dalam hati mereka ada penyakit atau karena mereka ragu ragu ataukah karena takut kalau kalau Allah dan Rosul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya mereka itulah orang orang yang zalim. Sesungguhnya jawaban orang orang mu'min bila mereka diseru kepada Allah dan Rosul-Nya agar Rosul mengadili diantara mereka ialah ucapan: "Kami mendengar dan kami taat." Dan mereka itulah orang orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rosul-Nya, dan takut kepada Allah serta bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang orang yang mendapatkan kemenangan." (An Nur:48-52)

Maka hukum pemutus yang menentukan pengertian memata-matai dan mata-mata beserta hukumnya di sisi Allah adalah bukan undang undang kafir kalian yang telah dikarang oleh orang orang dari hasil tambal sulam akal akal mereka, melainkan syari'at Allah yang Maha Satu lagi Maha Perkasa.

Kemudian kedua:

Allah Ta'ala tidak menurunkan diantara mawani' takfir (hal hal yang dapat menghalangi seseorang untuk dikafirkan. pent) adalah keberadaan seseorang termasuk dari putera putera keluarga (putera putera bangsa)!!! Dien Allah tidak mengandung hal ini sama sekali. Ya, terkadang didapatkan ketentuan semisal ini pada budaya suku dan hukum adat thogut yang bertentangan dan bertolak belakang dengan hukum Allah yang Maha Satu lagi Maha Perkasa. Adapun dalam dien Allah, maka tidak ada perbedaan dalam masalah ini antara budak etopia yang kepalanya seperti kismis dengan manusia yang paling mulia nasabnya dan paling tinggi kabilah dan marganya, tidak ada perbedaan diantara mereka selain berdasarkan taqwa. Allah Ta'ala berfirman:

إن أكرمكم عند الله أتقاكم

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kalian" (Al Hujurat:13)

Dan telah bersabda Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam:

من أبطأ به عمله لم يسرع به نسبه

"Barang siapa yang pelan karena amalnya, maka nasabnya tidak akan dapat mempercepatnya"

Ini Abu Jahal dan Abu Lahab, orang yang berakal tidak akan meragukan bahwa mereka adalah lebih mulia dan lebih tinggi nasabnya dari kalian, karena mereka adalah orang orang Quraisy murni. Maka apakah nasab mereka dapat memberi manfaat bagi mereka dalam dien Allah? Apakah terjaga darah dan harta mereka atau dapat menyelamatkan mereka dari neraka? Allah Ta'ala berfirman:

لن تنفعكم أرحامكم ولا أولادكم يوم القيامة يفصل بينكم والله بما تعملون بصير

"Karib kerabat dan anak anak kalian sekali kali tidak akan bermanfaat bagi kalian pada hari kiamat. Dia akan memisahkan antara kalian. Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan." (Al Mumtahanah:3)

Dan ini Abdullah bin Mas'ud, beliau adalah salah seorang maula (budak yang telah dimerdekakan. pent), akan tetapi Allah telah memuliakan dan mengangkat kedudukan beliau karena tauhid beliau. Beliau telah menginjak dengan kedua kaki kurus dan kedua telapak kaki kecil beliau dada Abu Jahal serta menghinakannya.

ولله العزة ولرسوله وللمؤمنين ولكن المنافقين لا يعلمون

"Kemuliaan hanyalah milik Allah, milik Rosul-Nya, dan milik kaum mu'minin, akan tetapi orang orang munafiq itu tidak mengetahui " (Al Munafiqun:8)

Ketiga:

Patokan dari perbuatan memata-matai orang orang yang bertauhid yang telah kalian lakukan bukanlah berdasarkan untuk kepentingan negara asing atau untuk kepentingan negara Arab lokal, akan tetapi patokannya adalah apa hakekat dari negara ini dan apa status hukumnya dalam dien Allah, setelah itu kalian akan mengetahui untuk kepentingan siapa kalian melakukan mata-mata? Siapa yang kalian tolong dan siapa yng kalian bantu?

Negara ini dan negara negara yang semisal ini yang memerangi dien Allah Ta'ala, adalah telah keluar dari dien Allah melalui banyak pintu yang sebagiannya telah kami jelaskan kepada kalian dalan surat surat yang telah lalu:

1. Diantaranya adalah bahwa mereka telah bersekutu dengan Allah Ta'ala dalam salah satu sifat spesial yang hanya dimiliki-Nya, Maha Suci Dia lagi Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. Ketahuilah bahwa itu adalah masalah tasyri' (membuat syari'at atau undang undang). Undang undang dasar mereka, seperti dalam Madah 25 UUD Kafir Yordania, telah menyatakan bahwa "Wewenang membuat undang undang (secara mutlak seperti begini) adalah milik raja dan majelis umat."

Sedangkan Allah yang Maha Mulia berfirman:

أأرباب متفرقون خير أم الله الواحد القهار؟

"Manakah yang lebih baik, Rob Rob yang bermacam macam itu ataukah Allah yang Maha Satu lagi Maha Perkasa ?" (Yusuf:39)

Dan Dia berfirman:

أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله؟

"Apakah mereka mempunyai sembahan sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka dien yang tidak diizinkan Allah ?" (Asy Syuura:21

Dan berfirman:

وإن الشياطين ليحون إلي أوليائهم لهجادلوكم وأن أطعتموهم إنكم لمشركون

"Sesungguhnya setan setan itu akan membisikkan kepada kawan kawannya agar mereka mendebat kalian, dan jika kalian mentaati mereka, tentu kalian menjadi orang orang musyrik." (Al An'am:121)

Kami telah merincikan kepadamu pada tempat lain bahwa ketaatan yang disebut disini adalah pada satu masalah tasyri' (pembuatan syari'at / undang undang), ketahuilah bahwa masalah tersebut adalah masalah hukum bangkai, lalu bagaimana halnya dengan orang yang berwewenang membuat syari'at semuanya (secara mutlak) selain Allah ?

2. Diantaranya adalah bahwa mereka berwala' (loyal dan menolong) orang orang kafir, thogut thogut barat dan timur, serta menolong mereka dalam menghadapi para muwahhidin (orang orang yang bertauhid) yang mereka namakan dengan teroris dan ushuliyyin, karena para muwahhidin ber-baro' (berlepas diri) dari kesyirikan mereka dan menjauhi thogut thogut dan undang undang mereka, dan pada saat yang sama, mereka menamakan orang orang orang kafir baik yahudi ataupun nashrani atau yang lainnya sebagai orang orang yang beriman, atau anak anak satu paman atau anak anak Ibrahim[1] dan Allah Ta'ala telah mendustakan mereka, Dia berfirman:

ما كان إبراهيم يهوديا أو نصرانيا ولكن كان حنيفا مسلما وماكان من المشركين

"Ibrahim bukanlah seorang yahudi dan bukan pula nashrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus (hanif) lagi muslim, serta dia bukanlah termasuk golongan orang orang musyrik" (Ali 'Imran:67)

Mereka bersama dengan wali wali dan saudara saudara mereka orang orang kafir timur dan barat telah mengikat perjanjian kesepakatan keamanan dan militer serta tukar menukar informasi dan ekstradisi pelaku kriminal (yang mereka maksudkan adalah tentara tentara tauhid yang telah menghabiskan umur dalam rangka menolong dien Allah dan berusaha menerapkan syari'at-Nya). Allah Ta'ala telah berfirman:

ومن يتولهم منكم فإنه منهم

"Dan barang siapa diantara kalian ber-tawalli kepada mereka, maka dia termasuk golongan mereka" (Al Maidah:51)

Dan firman-Nya:

ألم تر إلي الذين نافقوا يقولون لإخوانهم الذين كفروا من أهل الكتاب لئن أخرجتم لنخرجن معكم ولا نطيع فيكم أحدا أبدا وإن قوتلتم لنصرنكم والله يشهد إنهم لكاذبون

"Apakah kamu tiada memperhatikan orang orang yang munafiq yang berkata kepada saudara saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: "Sesungguhnya jika kalian diusir, niscaya kami akan keluar bersama kalian, dan kami selama lamanya tidak akan taat kepada siapapun untuk menyusahkan kalian. Dan jika kalian diperangi, pasti kami akan membantu kalian." Dan Allah bersyaksi bahwa mereka benar benar pendusta." (Al Hasyr:11)

Perhatikanlah bagaimana Allah telah mengkafirkan mereka yaitu dengan mengikatkan hubungan persaudaraan antara mereka yang menampak nampakkan keislaman dengan orang orang yahudi, hanya karena mereka menjalin kesepakatan pertahanan gabungan (tolong menolong) dengan orang orang yahudi, meskipun mereka sebenarnya tidak jujur dalam kesepakatan ini sebagaimana Allah bersaksi atas hal ini.

3. Mereka juga adalah kafir karena mencela syari'at Allah yang Maha Satu lagi Maha Perkasa. Dimana mereka telah membuka pintu, mentolerir dan membolehkan siapa saja yang mencela dien Allah atau mulhid (ateis) yang menyebar luaskan celaannya dan keateisannya lewat media media masa mereka baik media visual, media audio ataupun media cetak, serta menjaga dan memproteksinya dengan undang undang dan bala tentara mereka, dan mereka menghukum siapa saja yang mengingkarinya atau berusa untuk merubahnya.

Allah Ta'ala telah berfirman tentang orang orang yang mengatakan sesuatu yang secara zhahirnya mengandung penghinaan terhadap para penghafal Al Quran:

قل أبالله وآياته ورسوله كنتم تستهزئون لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم

"Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat ayat-Nya dan Rosul-Nya kalian berolok olok? Tidak usah minta maaf, sesungguhnya kalian telah kafir sesudah beriman" (At Taubah:65-66)

Dalam kisah asbabun nuzul ayat ini, mereka telah beralasan bahwa mereka tidak sungguh sungguh dalam penginaan itu dan merekapun tidak meyakininya dan menghalalkannya !!! Itu hanyalah obrolan dalam perjalanan, tapi meskipun demikian, Allah Ta'ala telah mengkafirkan mereka. Lalu bagaimana halnya orang yang telah menenuhi negeri dan masyarakat dengan penghinaannya terhadap dien Allah serta menjadikan ayat ayat Allah sebagai sanda gurauan, permainan dan cemoohan ?!

4. Merekapun kafir disebabkan menerapkan hukum selain apa yang telah Allah turunkan dan sikap mereka yang berhakim kepada thogut thogut yang bermacam macam baik pada tingkatan daerah, atau nasional ataupun internasional. Dimana mereka telah mengganti hukum hukum Allah yang adil dan hudud hudud-Nya yang suci dengan undang undang yang berasal dari sampah pemikiran yahudi dan nashrani, lalu mereka menerapkannya untuk memutuskan masalah dalam dien, darah, kemaluan, harta, dan jiwa masyarakat dan mencampakkan syari'at Allah yang Maha Satu lagi Maha Perkasa. Mereka menerapkannya pada mahkamah daerah mereka, dan di saat berselisih dengan negra negara lain, mereka berhakim kepada mahkamah kafir internasional yang mereka namakan dengan mahkamah keadilan internasional dan lain lainnya.

Sungguh Allah Ta'ala telah berfirman:

ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون

"Barang siapa yang tidak memutuskan hukum dengan apa apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang orang kafir." (Al Maidah:44)

Dan Allah Ta'ala berfirman:

ألم تر إلي الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك يريدون أن يتحاكموا إلي الطاغوت وقد أمروا أن يكفروا به

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang orang yang mengaku ngaku telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hendak berhakim kepada thogut, padahal mereka telah diperintah untuk kafir kepada thogut. (An Nisa ; 60)

Perhatikanlah bagaimana Allah telah menamakan keimanan mereka dengan "pengaku ngakuan" padahal mereka belum berhakim (kepada thogut), mereka hanya baru ingin saja, lalu bagaimana halnya terhadap orang yang benar benar telah berhakim kepada thogut dalam segala urusan urusannya?

Nah, ketahuilah bahwa pintu pintu kekafiran mereka adalah banyak, tidak dapat disebutkan semua disini, akan tetapi apa yang telah kami sebutkan adalah sudah cukup bagi orang yang menginginkan hidayah. Adapun bagi orang yang Allah berkehendak menyesatkannya, maka walaupun gunung meletus di hadapannya, ia tidak akan menghiraukannya.

Bila hal ini telah jelas bagimu, maka sekarang tinggal engkau ketahui bahwa kekafiran pemerintah pemerintah ini, sama saja baik mereka kafir asli ataupun kafir murtad, adalah lebih jelek dari kekafiran yahudi dan nashrani. Karena orang orang yahudi dan nashrani meskipun kafir tapi mereka adalah ahlul kitab sehingga suatu negara Islam yang menerapkan syari'at Allah boleh mengikat dzimmah bagi mereka dengan syarat syaratnya yang telah disebutkan oleh para ulama. Sedangkan orang orang musyrik dan orang orang kafir yang selain ahlul kitab, maka tidak ada dzimmah bagi mereka selama lamanya. Sebagaimana sembelihan ahlul kitab boleh dimakan menurut kesepakatan seluruh kaum muslimin, berbeda dengan sembelihan selain mereka. Demikikian juga keadaannya dengan menikahi wanita wanita mereka (ahlul kitab. pent) yang muhshonat (menjaga kemaluannya)adalah halal, tidak seperti orang orang kafir selain mereka bila para wanitanya berada dalam kekafiran seperti mereka. Serta perbedaan perbedaan lain yang menunjukkan bahwa kekafiran pemerintah pemerintah ini adalah lebih jelek dan dan lebih keras dari kekafiran yahudi, yang mana pemerintah pemerintah ini telah mengecam orang yang menjadi mata mata untuk kepentingan yahudi. Lalu mereka mensifati mata mata yang semacam ini sebagai pengkhianat, dan membatasi arti mata mata yang layak ditangkap hanya seperti ini saja, sebagian dihukum penjara dan sebagian lagi dihukum mati sesuai dengan waktu dan keadaan politik yang bermacam macam, agar mereka dapat menampakkan diri sebagai orang orang yang ikhlas dan suci, padahal mereka telah mengumumkan persaudaraan mereka dengan orang orang yahudi secara terang terangan dan selalu menyuarakan istilah "anak anak sepaman" atau "anak anak Ibrahim".

Inti daripada ini semua wahai penolong kesyirikan, bahwa engkau dalam perbuatanmu yang memata matai kaum muwahhidin muslimin demi menolong budak budak UUD buatan yang musyrik, sebenarnya engkau melakukan perbuatan yang hakekatnya lebih jelek dari perbuatan yang dilakukan oleh sebagian orang yang memata matai negara kafirmu untuk kepentingan negara kafir yang lain, baik negara kafir yahudi atau negara kafir arab atau yang selainnya.

Tidak diragukan lagi bahwa perbuatan memata matai kaum muslimin untuk kepentingan orang orang kafir adalah lebih jelek dari perbuatan memata matai orang orang kafir untuk kepentingan orang orang kafir yang lain. Atau dengan makna lain yang lebih jelas dan lebih tegas, bahwa memata matai Al Quran dan para penolongnya dari para muwahhidin, untuk menolong UUD dan undang undang kafir serta para penolongnya dari kaum musyrikin adalah lebih jelek tanpa diragukan lagi dari perbuatan memata matai UUD dan undang undang kaum musyrikin untuk menolong UUD dan undang kaum musyrikin yang lain.

Oleh karena itu kami katakan kepadamu wahai penolong undang undang buatan dan mata mata kaum musyrikin :

Sesungguhnya kami demi Allah adalah orang orang yang menyampaikan nasehat buatmu dengan ikhlas, kami ingin menyelamatkanmu dari jurang kebinasaan yang mana tuan tuanmu yang engkau melakukan mata mata untuk kepentingan mereka telah melemparkanmu ke dalamnya. Bertaubatlah kepada Allah Rob alam semesta dan tinggalkan kesyirikan dan kaum musyrikin sebelum kematian menjemputmu, maka pada saat itu penyesalan tidak akan memberi manfaat buatmu dan kesempatan taubat telah berlalu.

ويوم يعض الظالم علي يديه يقول يا ليتني اتخذت مع الرسول سبيلا، يا ويلتي ليتني لم أتخذ فلانا خليلا، لقد أضلني عن الذكر بعد إذ جاءني وكان الشيطان للإنسان خذولا

"Dan ingatlah hari ketika orang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata: "Aduhai kiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rosul. Kecelakaan besarlah bagiku. Aduhai, seandainya aku dahulu tidak menjadikan si Fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia." (Al Furqon:27-29)

Imam Bukhoriy dan Imam Muslim serta selain beliau berdua telah meriwayatkan dari Hudzaifah Ibnul Yaman, beliau berada dalam sebuah majelis di mesjid Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, lalu datanglah seorang laki laki dan kemudian duduk, lalu dikatakan kepada Hudzaifah bahwa orang laki laki tadi adalah seorang yang menguping perkataan untuk ia laporkan kepada Sultan, lalu Hudzaifah berkata dengan tujuan agar orang tadi mendengarnya: "Saya telah mendengar Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لا يدخل الجنة قتات

"Tidak akan masuk surga orang qottat"

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Al Qottat adalah orang yang menguping secara sembunyi sembunyi untuk melaporkan berita tersebut kepada sultan."

Maksudnya, orang tersebut melakukan suatu perbuatan yang sedang kalian lakukan, ketika kalian memata matai kaum muwahhidin, dan kalian mengira bahwa perbuatan kalian ini tidak diketahui oleh manusia atau bahkan oleh oleh Rob nya manusia, kemudian kalian melaporkan berita tersebut kepada tuan tuan dan majikan majikan kalian. Akan tetapi saya hendak mengambil perhatian kalian dan menjadikan kalian memperhatikan suatu perbedaan besar antara apa yang telah dikerjakan oleh orang qottat tersebut dengan apa yang kalian lakukan. Orang tadi melaporkan data pembicaraan yang telah ia dengar kepada Usman bin Affan !!! Taukah kalian siapakah Usman bin Affan ??? Beliau adalah Dzun nuroini (pemilik dua cahaya), menantu Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, suami dari dua orang puteri Beliau, orang ketiga dari Khulafa-u Ar Rosyidin Al Mahdiyyin, seorang yang menghabiskan waktu malamnya di hadapan kitab Allah dan menghabiskan waktu siangnya dalan keadaan haus (puasa.Pent) untuk Allah. Orang laki laki tadi melaporkan suatu berita kepada beliau tanpa permintaan dari beliau rodiyallahu 'anhu, meskipun demikian, Hudzaifah telah memperdengarkannya hadits ini kepadanya dan beliau menganggap bahwa orang laki laki ini termasuk qottat, sedangkan qottat tidak akan masuk surga.

Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah ancaman berat apabila kalian memahaminya, kemudian kalian lihat kepada orang orang rendahan yang menjadi tuan tuan dan majikan majikan kalian, yang mana kalian memata matai kaum muwahhidin untuk menolong mereka, bagaimana mereka telah meninggalkan syari'at Allah Ta'ala dan malah menerapkan undang undang kafir lagi durhaka yang telah memperbolehkan, menjaga dan melindungi kekafiran, riba, khamar, dan perbuatan kotor. Kalian menjaga dan melindungi ini semua serta memata matai kaum muwahhidin (orang orang yang bertauhid) yang berusaha mengingkari dan merubahnya serta berusaha menerapkan syari'at Allah yang Maha Satu lagi Maha Perkasa. Bila seandainya orang yang melaporkan berita kaum muslimin kepada seorang Kholifah adalah disebut qottat, lalu bagaimana halnya terhadap orang yang melaporkannya kepada thogut thogut kafir ??? Tidak diragukan lagi bahwa ia lebih layak dan lebih utama bagi sifat ini.

Bila seandainya qottat yang pertama, para salaf telah berselisih pendapat tentang kekalnya ia di neraka karena dia masih seorang muslim dan hukumnya seperti hukum seorang nammam (pengadu domba.Pent), maka saya tidak mengetahui adanya perselisihan dari para salaf tentang kafirnya mata mata kaum musyrikin dan para intelijen mereka yang memata matai kaum muwahhidin untuk menolong kaum musyrikin. Kami telah menyebutkan bagi kalian dalam buku Asy Syihab Ats Tsaqib beberapa dalil tentang hal ini, diantaranya adalah firman Allah Ta'ala:

ومن يتولهم منكم فإنه منهم

"Dan barang siapa diantara kalian yang ber-tawalli kepada mereka, maka dia termasuk golongan mereka" (Al Maidah:51)

Oleh karena itu para ulama telah menyebut diantara pembatal pembatal keislaman adalah: Menolong orang musyrikin dan membantu mereka melawan kaum muslimin

Dan yang perlu diperhatikan adalah bahwa kebanyakan dalil dalil tersebut berkatan dengan orang yang menampakkan dan menisbatkan dirinya kepada Islam yang berwala atau menolong atau membantu mereka. Lalu bagaimana halnya terhadap orang yang benar benar merupakan bagian dari mereka, berada dalam bilangan mereka, barisan mereka, dien mereka, kesyirikan mereka dan undang undang mereka ??

Sebelum saya akhiri lembaran lembaran ini, saya hendak menghadapi mereka yang membela bela para intelijen serta tentara tentara kesyirikan dan undang undang buatan, agar saya dapat menarik perhatian mereka dan mengingatkan mereka terhadap perbedaan besar antara tindakan salah seorang dari kaum muslimin yang menyebar luaskan rahasia kaum muslimin sebagaimana yang telah dilakukan oleh Hathib dan yang diriwayatkan dari Abu Lubabah, dengan keadaan seseorang yang menjadi intelijen dan mata mata kaum musyrikin terhadap orang orang yang bertauhid (muwahhidin).

Gambaran dari kelompok pertama : Ia adalah salah seorang yang berada di dalam barisan kaum muslimin, termasuk dari tentara dan penolong kaum muslimin yang mengetahui sebagian rahasia kaum muslimin, kemudian ia menyebar luaskan rahasia tersebut karena kelemahannya atau karena syahwat atau tujuan dunia, lalu ia kemudian segera bertaubat dan sangat menyesalinya sekali. Kejadian ini, meskipun telah dimaklumi termasuk penyebab turunnya Al Quran, juga para sahabat menganggap perbuatan seperti ini adalah perbuatan besar dan mereka marah karenanya, akan tetapi perbuatan ini tidak diragukan lagi adalah berbeda dan tidak bisa diqiyaskan dengan keadaan orang yang secara asli adalah intelijen dan mata mata kaum musyrikin atas kaum muwahhidin, yang datang dan menyusup ke dalam barisan kaum muwahhidin untuk mencari cari berita dan menguping pembicaraan mereka tanpa mereka sadari, untuk dilaporkan kepada wali wali dan majikan majikannya dari kalangan kaum musyrikin demi mengokohkan tahta mereka dan menjaga undang undang mereka serta untuk menghancurkan dan memerangi kaum muwahhidin.

Yang pertama dikatakan kepadanya bahwa ia telah menyebarluaskan rahasia Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak dikatakan bahwa dia adalah intelijen atau berwala (loyal) kepada kaum kafir dan memata matai kaum muslimin untuk kepentingan orang orang kafir. Meskipun demikian, saya telah melihat bagaimana para sahabat telah menganggap besar hal ini dan sangat menjelekkannya, sampai sampai Umar minta izin untuk membunuh pelakunya. Secara zhahir bagi para sahabat, perbuatan ini termasuk kekafiran bagi orang yang tidak diperkecualikan oleh wahyu yang mengetahui isi hati.

Adapun kelompok kedua : hakekatnya adalah mata mata dan intelijen kaum musyrikin untuk menghadapi kaum muwahhidin. Ia melakukan mata mata untuk kepentingan undang undang buatan dan para penganutnya dalam menghadapi pengikut Al Quran dan syari'at. Maka barang siapa yang seperti ini, maka ia termasuk kaum musyrikin dan pelindung undang undang buatan. Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan hukum syar'inya dalam hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhoriy dan selain beliau, dari Salamah bin Al Akwa', ia berkata: "Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam saat dalam perjalanan telah didatangi oleh seorang mata mata kaum musyrikin. Kemudian mata mata tersebut duduk dengan sebagian sahabat beliau, bercakap cakap dan lalu pergi. Lalu Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Cari dia dan bunuh !!!" lalu saya menyusulnya dan membunuhnya kemudian Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam memberikan kepadaku harta rampasannya."

Inilah hukum Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam terhadap intel intel, mata mata dan aparat keamanan kaum musyrikin. Ya, ini adalah hukum Rosulullah yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, bukan hukum buatan kami.

Pahami masalah ini dan jangan mencampur adukkan antara kedua kelompok ini bila engkau seorang yang adil. Perhatikan masalah ini wahai orang yang telah menjadikan dirinya sebagai pelindung dan pengaman kesyirikan, kekafiran dan kethogutan. Bila engkau menyangka bahwa dengan tindakan mata matamu terhadap ahlu tauhid (orang orang yang bertauhid) dan dengan laporan laporan yang engkau tulis, engkau dapat memadamkankan cahaya Allah yang agung dan dien-Nya yang nyata, maka engkau salah dalam menyangka, sesat dan miskin.

فالحق ركن لا يقوم لهده

أحد ولو جمعت له الثقلان

Kebenaran itu adalah penopang yang tidak akan dapat dirobohkan

Oleh seorangpun, meskipun jin dan manusia berkumpul untuk melakukannya.

Maka ketahuilah wahai penolong kesyirikan dan undang undang buatan. Demi Allah, kami sangat kasihan kepadamu. Badanmu ini sangat tidak kuat menghadapi neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu batu, diatasnya terdapat malaikat malaikat yang kasar dan keras, yang tidak akan bermaksiat kepada Allah dan melaksanakan segala yang diperintahkan kepada mereka.

Kami sekarang menyerumu untuk bertaubat dan berlepas diri dari kesyirikan dan kaum musyrikin, kembali kepada dien Allah yang telah engkau telantarkan dan engkaupun telah menolong musuh musuhnya. Bertaubatlah kepada Allah dan janganlah engkau tertipu oleh fatwa syeikh syeikh su' dan ulama ulama pemerintah yang telah menjual dien mereka kepada pemerintah pemerintah ini demi mendapatkan harga yang murah, beberapa dirham saja.

Dan janganlah menoleh ke arah syubhat syubhat orang orang yang memperbolehkan kebatilanmu dari kelompok murji-ah zaman ini serta orang orang ahlu bid'ah selain mereka yang tidak memperhatikan sunnah Al Musthofa dan berpaling dari hadits hadits beliau dengan alasan bahwa hadits tersebut adalah hadits aahad dan lain lain dari ucapan ucapan mereka yang tidak bermutu. Mereka bersandar kepada akal akal mereka dalam dien Allah. Mereka bersikap lancang terhadap sahabat sahabat Rosulullah dan malah bersikap hati hati terhadapmu dan terhadap orang orang yang semisalmu dari kalangan penolong kesyirikan dan tentara thogut. Mereka semua, dengan pencampur adukkan mereka dan syubhat syubhat mereka terhadap pekerjaan dan profesi kafirmu dengan berlandaskan kepada zallah (kesalahan) para sahabat, mereka sekali kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari siksa Allah.

Telah jelah bagimu perbedaan antara masalah itu (kesalahan sahabat. pent) dengan kekafiran yang nyata dan kesyirikan yang shorih yang sedang engkau jalani ini.

Ketahuilah dengan yakin, sesungguhnya mereka, meskipun mereka membela belamu dan membela bela kekafiranmu dengan syubhat syubhat rendahan mereka di kehidupan dunia ini, maka mereka tidak akan kuat melakukannya di hadapan Penguasa langit dan bumi, Allah Ta'ala berfirman:

ولا تجادل عن الذين يختانون أنفسهم إن الله لا يحب من كان خوانا أثيما

"Dan janganlah kamu mendebat untuk membela orang orang yang mengkhianati diri mereka. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang selalu berkìanat lagi bergelimang dosa" (An Nisa:107)

Dan Allah Azza wa Jalla berfirman:

ها أنتم هؤلاء جادلتم عنهم في الحياة الدنيا فمن يجادل الله عنهم يوم القيامة أم من يكون عليهم وكيلا

"Beginilah kalian, kalian mendebat untuk membela mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk membela mereka pada hari kiamat ? Atau siapakah yang jadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah) ?"(An Nisa:109)

Sesungguhnya kami demi Allah wahai penolong kesyirikan adalah pemberi nasehat bagimu, dan sungguh kami sangat kasihan kepadamu. Kami tidak menjilatmu sebagaimana yang dilakukan oleh orang selain kami, akan tetapi kami menyampaikan secara tegas kepadamu tentang statusmu dan tentang hakekat penyakit mematikan yang sedang engkau alami, dan kemudian kami tunjukkan kepadamu cara pengobatannya. Maka jadilah tentara tauhid dan bergabunglah dalam barisan tentara Iman sekarang juga. Sekarang juga... Sebelum engkau menghadap kepada Allah sebagai seorang yang menelantarkan dien-Nya dan memata matai wali wali-Nya serta penolong kesyirikan dan kethogutan.

Janganlah menjadi tentara syirik dan thogut yang mana Allah Ta'ala telah berfirman tentang mereka:

جند ما هنالك مهزوم من الأحزاب

"Suatu tentara yang berada disana dari pasukan sekutu, parti akan dikalahkan" (Shaad : 11)

Dan Dia berfirman:

فكبكبوا فيها هم والغاوون وجنود إبليس أجمعون

"Maka mereka (berhala berhala yang diibadahi itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang orang yang sesat. Dan bala tentara iblis semuanya" (Asy Syu'araa : 94-95)

Akan tetapi jadilah tentara tauhid dan syari'at dan Al Quran yang mana Allah Ta'ala telah berfirman tentang mereka:

وإن جندنا لهم الغالبون

"Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti akan menang" (Shaad:173)

Ditulis oleh Abu Muhammad Al Maqdisiy

Penjara Suwaqoh

12 Muharram 1417 tahun dari hijrahnya Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam.

Diterjemahkan oleh : Muhajir

=========================================

[1] Kami telah menjelaskan bahwa Millah Ibrahim menuntut adanya sikap baro-ah (perlepasan diri dan permusuhan) kepada kesyirikan dan orang orang musyrik serta menampakkan permusuhan dan kebencian kepada mereka meskipun mereka adalah manusia paling dekat nasabnya di dalam kitab kami Millah Ibrahim. Al Kholil (Nabi Ibrahim. pent) telah berlepas diri dari ayah beliau dan manusia paling dekat kekerabatannya dengan beliau ketika telah jelas bagi beliau bahwa mereka adalah musuh musuh Allah. Yang mengherankan adalah orang yang hendak menegakkan Khilafah akan tetapi tidak bisa membedakan antara Millah Ibrahim yang agung ini dengan makalah yang didalamnya para thogut disamarkan bagi orang orang buta huruf, lalu ia kemudian mensifati kami bahwa kami dicurigai secara politik, karena kami menyeru kepada Millah Ibrahim, dan (menurut mereka. pent) orang yang menyeru kepada Millah Ibrahim adalah orang yang menyeru untuk berdamai dengan yahudi !!!

Sesungguhnya yang buta itu bukanlah mata, akan tetapi hati yang terdapat dalam dada.