Headlines News :
Home » , , , » Sekulerisme : Kesyirikan Gaya Baru

Sekulerisme : Kesyirikan Gaya Baru

Written By Terapkan Tauhid on 1 April 2012 | Minggu, April 01, 2012

JUDUL ASLI : Alqowa'Idu Al Arba'u.

PENULIS : Syeikh Ali bin Khudhair Al Khudhair. (semoga Allah membebaskan beliau dari penjara thogut saudi).

JUDUL TERJEMAHAN: Sekularisme : Kesyirikan Gaya Baru.

PENERJEMAH : Muhajir




بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Rob semesta alam. Shalawat dan salam atas nabi dan rosul yang paling mulia, nabi kita Muhammad, juga atas keluarga beliau dan sahabat beliau semuanya.

Wa ba'du:

Ini adalah sebuah risalah singkat mengenai beberapa kaedah yang dengannya seorang muslim dapat mengetahui perbedaan antara Din nya yang mulia (yaitu Islam) dengan penyembahan berhala gaya baru dan kesyirikan modern yang bernama sekularisme dengan berbagai macam bentuknya yang banyak. Agar setiap muslim dapat menjauhinya, mengambil jarak darinya, berbaro' (berlepas diri) darinya dan dari penganutnya yang disebut dengan orang orang sekuler, berlepas diri dari mereka kepada Allah, dan mengkafirkan mereka, memusuhi mereka, membenci mereka serta berjihad melawan mereka, baik dari kalangan para pemikir mereka, intelektual mereka, politikus mereka, pemerintah mereka, wartawan mereka, penyanyi mereka, pelukis mereka, ahli teori mereka, pemerintahan mereka, organisasi mereka, dan seterusnya...

Empat kaedah tersebut adalah:

Kaedah Pertama

Sesungguhnya orang orang musyrikin yang diutus di tengah mereka Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, mereka menerapkan tauhid rububiyyah. Allah ta'ala berfirman:

قل من يرزقكم من السماء و الأرض أمن يملك السمع و الأبصار و من يخرج الحي من الميت و يخرج الميت من الحي و من يدبر الأمر فسيقولون الله قل أفلا تتقون

"Katakanlah: Siapakah yang memberi rezki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang berkuasa atas pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: Kenapa kalian tidak bertaqwa?" (Surat Yunus : 31).

Dan Allah ta'ala berfirman:

قل لمن الأرض ومن فيها إن كنتم تعلمون، سيقولون لله قل أفلا تذكرون، قل من رب السماوات السبع ورب العرش العظيم، سيقولون لله قل أفلا تتقون، قل من بيده ملكوت كل شيء وهو يجير ولا يجار عليه إن كنتم تعلمون، سيقولون لله قل فأني تسحرون

"Katakanlah: "Milik siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya, jika kalian mengetahui?" Mereka akan menjawab: " Milik Allah". Katakanlah: "Maka apakah kalian tidak mengingat?" Katakanlah: "Siapakah Rob tujuh langit dan Rob 'arsy yang agung?" Mereka akan menjawab: "Milik Allah". Katakanlah: "Maka apakah kalian tidak bertaqwa?" Katakanlah: "Siapakah yang ditangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kalian mengetahui?" Mereka akan mengatakan: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan mana saja kalian ditipu?" (Surat Al Mu'minun: 84-89).

ولا يؤمن أكثرهم بالله إلا وهم مشركون

"Dan sebagian besar mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah". (Surat Yusuf: 106).

Walaupun demikian keadaannya (maksudnya, walaupun mereka beriman kepada tauhid rububiyah. Pent), Rosul shollallahu 'alaihi wa sallam memerangi mereka dan mengkafirkan mereka, serta hal tersebut (yakni tauhid rububiyah. Pent) tidak memasukkan mereka ke dalam Islam.

Orang orang sekuler yang bukan dari garis keras, juga mengakui tauhid rububiyah dan merekapun menjalankan sebagian ibadah, akan tetapi hal tersebut tidak memasukkan mereka ke dalam Islam. Adapun kalangan sekuler garis keras, maka mereka ini lebih keras lagi. Bagi mereka tidak ada ilah, tidak ada Rob, kehidupan adalah materi !!!

Kaedah Kedua

Sesungguhnya Rosul shollallahu 'alaihi wa sallam diutus di tengah manusia yang telah memiliki syari'at dan undang undang. Dengan hukum tersebut mereka memecahkan segala persengketaan yang terjadi diantara mereka dan sebagainya. Dan merekapun memiliki adat adat jahiliyah yang mereka taati. Sehingga mereka tidak menerima hukum dan petunjuk Allah, maka Allah dan rosul-Nya mengkafirkan mereka dan beliaupun memerangi mereka dan tidak menjadikan mereka termasuk dari orang Islam.

Diantara syariat mereka, yaitu apa yang tersebut dalam firman Allah ta'ala:

و لا تأكلوا مما لم يذكر اسم الله عليه و إنه لفسق و إن الشياطين ليوحون إلي أولياءهم ليجادلواكم و إن أطعتمواهم إنكم لمشركون

"Dan janganlah kalian memakan binatang yang tidak disebut nama Allah ketika disembelih, sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya setan setan itu membisikkan kepada wali walinya agar mereka membantah kalian, jika kalian mentaati mereka, sesungguhnya kalian tentulah menjadi orang orang musyrikin". (Surat Al An'am : 121).

Dan Allah berfirman tentang suku Quraisy beserta orang orang yang mengikutinya:

أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين مالم يأذن به الله

"Apakah mereka mempunyai sembahan sembahan selain Allah yang mensyari'atkan bagi mereka suatu din yang tidak di-izinkan Allah? (Surat Asz Syuura : 21).

Demikian juga orang orang sekuler, mereka memiliki syariat syariat, UUD UUD, dan mahkamah peradilan yang menerapkan undang undang mereka, baik pada tingkat daerah, atau nasional ataupun internasional. Di dalam mahkamah tersebut mereka memecahkan perselisihan dan lain lain yang terjadi diantara mereka. Demikian juga mereka memiliki adat adat jahiliyah yang diterapkan, yang mereka sebut dengan istilah peradaban, perkembangan, dan kemajuan. Sehingga mereka tidak menerima hukum dan petunjuk Allah, maka mereka harus dikafirkan dan harus berbaro' (berlepas diri) dari mereka.

Kaedah Ketiga

Sesungguhnya Rosul shollallahu 'alaihi wa sallam datang di tengah masyarakat yang menjadikan din hanya berlaku di suatu kondisi tertentu dan tidak berlaku pada kondisi lain. Mereka beribadah kepada Allah pada kondisi sempit saja, sedangkan di saat lapang, mereka melakukan kesyirikan. Allah ta'ala berfirman:

فإذا ركبوا في الفك دعوا الله مخلصين له الدين فلما نجاهم إذاهم يشركون


"Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo'a kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Dia menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba tiba mereka mempersekutukan Allah". (Surat Al 'Ankabuut : 65).

Selain itu, mereka menjadikan sesuatu sebagai bagian (jatah) bagi Allah, dan menjadikan sesuatu yang lain menjadi jatah bagi berhala berhala mereka. Seperti yang tersebut dalam firman Allah ta'ala:

فقالوا هذا لله بزعمهم وهذا لشركائنا

"Ini untuk Allah dan ini untuk berhala berhala kami". (Surat Al An'am : 136).

Adapun orang orang sekuler, mereka beribadah kepada Allah di mesjid mesjid, di bulan ramadhan, di saat acara pernikahan dan penceraian serta pada urusan urusan pribadi saja. Pada selain urusan urusan tersebut, mereka kembali kepada syari'at syari'at dan adat adat mereka yang sesat.

Kaedah Keempat

Rosul shollallahu 'alaihi wa sallam diutus di tengah orang orang musyrikin yang memiliki rob rob yang banyak dan bermacam macam. Sebagian mereka ada xyang beribadah kepada berhala berhala, sebagian yang lain beribadah kepada malaikat malaikat, sebagian yang lain beribadah kepada jin, sebagian yang lain beribadah kepada bintang bintang, sebagian yang lain beribadah kepada api, sedangkan yang lain lagi beribadah kepada Nabi Isa bin Maryam, sebagian yang lain beribadah kepada para Nabi dan sebagian yang lain lagi beribadah kepada orang orang sholeh. Beliau tidak membedakan bedakan mereka semua di dalam hukum, pengkafiran, dan perang. (maksudnya, mereka semua telah dikafirkan dan diperangi oleh rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam. Pent)

Demikian juga orang orang sekuler. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan apa yang mereka ibadahi. Diantara mereka ada yang beribadah kepada amerika, sebagian yang lain beribadah kepada orang orang eropa, sebagian yang lain beribadah kepada orang orang rusia, sebagian yang lain beribadah kepada undang undang internasional yang baru, sebagian yang lain beribadah kepada pemerintah, sebagian yang lain beribadah kepada teori teori, sebagian yang lain beribadah kepada tanah air, sebagian yang lain beribadah kepada kesukuan dan nasionalisme, sebagian yang lain beribadah kepada atasan dan pemikir mereka. Maka tidak ada perbedaan diantara mereka dalam hal kekafiran dan kemurtadan.

Masalah

Muncul sebuah kelompok sesat yang mengikuti hal ini, kelompok yang tumbuh pada zaman ini. Mereka adalah pengikut dan penerus orang orang sekuler, mereka adalah kelompok 'ushraaniyyiin'.

Dalam pembahasan iman dan kufur, mereka adalah orang orang murji-ah yang ghulat.

Dalam pembahasan fiqh, mereka adalah pengikut hawa nafsu dan syahwat yang menghalalkan segala, tunduk kepada realita serta pencari cari rukhshah hingga membawa mereka kepada sifat zindiq.

Penutup

Saya akan sertakan perkataan Syeikh Abdurrahman bin Muhamad Ad Dusari rohimahullah, karena beliau (sebagaimana yang saya ketahui) termasuk orang yang pertama yang menyingkap topeng peribadatan kepada berhala gaya baru dan kesyirikan modern yang terlaknat ini, yaitu sekulerisme. Beliau berkata pada bab penutup yang beliau sertakan dalam buku kasyfu asy syubuhat (cetakan pertama tahun 1385 H). Dimana beliau menjadikan perkataannya ini sebagai penutup dari buku kasyfu asy syubuhat tulisan Syeikh Muhamad bin Abdul Wahab. Di dalam tulisan ini, beliau menyingkap tabir peribadatan kepada berhala gaya baru dan kesyirikan modern, sebagaimana Syeikh Muhamad bin Abdul Wahab telah menyingkap bentuk kesyirikan yang sezaman dengan beliau. Syeikh Abdurrahman Ad Dusari berkata:

"Sesungguhnya syeikh Muhamad bin Abdul Wahab di dalam buku beliau kasyfu Asy Syubuhat, telah membahas syirik khurafat yang berupa tindakan berdo'a kepada orang orang yang telah mati dan makhluq makhluq gaib, serta pengkultusan terhadap kuburan. Kemudian setelah itu, muncul bentuk bentuk kesyirikan dengan nama nama dan sebutan sebutan yang dapat menipu orang orang bodoh serta menjadi alat bagi misionaris dan para pendengki."

Kemudian beliau berkata:

"Yang sangat berperan dalam hal ini adalah orang orang yahudi dan majusi, ketika mereka merasa ketakutan dari kebangkitan baru Islam yang telah diserukan oleh Syeikh Muhamad bin Abdul Wahab, dan yang telah beliau perjuangkan bersama para pengikutnya. Pada saat ini, mereka mengumpulkan para pendukung mereka dari kalangan anak anak bangsa kita, lalu mereka membakar semangat orang orang jahil dengan semangat nasionalisme kebangsaan. Maka muncullah satu bentuk penyembahan berhala gaya baru, suatu peribadatan kepada materi dan syahwat serta pengkultusan terhadap personal dengan dalih kewarganegaraan dan tanah air. Telah terjadi di dunia Islam, terkhusus lagi di tanah Arab sebuah bentuk kemurtadan gaya baru karena sebab apa yang telah mereka peluk dari prinsip prinsip nasionalisme dan materialisme yang telah dihiasi dengan berbagai macam nama yang dhahirnya terlihat membawa rahmat, akan tetapi sejatinya adalah azab".

Setelah muqoddimah ini, Syeikh Abdurrahman Ad Dusari berbicara tentang ma'na uluhiyyah dan pokok pokoknya. Pokok pokoknya ada dua, yaitu:
  1. Kafir terhadap seluruh yang diibadahi.
  2. Men-satukan (atau mengesakan. Pent) Allah dalam peribadatan dan menyerahkan diri untuk tunduk di bawah hukum-Nya.
Beliau juga berbicara seputar hakekat dari ibadah dan cinta karena Allah serta memusuhi musuh musuh din.

Beliau juga berbicara seputar Millah Ibrahim 'alaihi as salam. Beliau berkata:

"Dengannya akan diketahui sejauh mana tenggelamnya sebagian berar orang yang dinggap Islam dalam prinsip prinsip penyembahan berhala gaya baru dan apa apa mereka impor dari prinsip prinsip barat dan ajaran materialisme. Mereka telah menjadikan batas batas tanah air di atas batas batas Allah dan merekapun telah menjadikan bagi diri mereka hak untuk memilih hukum dan aturan yang mereka buat yang bertentangan dengan apa apa yang Allah dan rosul-Nya ridhoi. Mereka mengikuti apa apa yang dicenderungi oleh pemimpin pemimpin mereka, mereka beribadah kepada peminpin pemimpin tersebut dengan kecintaan dan pengagungan, dan mereka menjadikan pemimpin pemimpin tersebut sebagai tandingan tandingan (andaad) bagi Allah. Sebagaimana yang terdapat dalam ajaran kebangsaan, nasionalisme serta ajaran ajaran materialisme".

Kemudian beliau menyebut golongan yang telah menjadikan tanah air sebagai tandingan bagi Allah, seperti dalam slogan slogan mereka:

"Telapak kaki tanah airmu berada di atas segala sesuatu".

"Demi tanah air aku berbuka puasa, dan demi tanah air aku berpuasa".

"Mereka memberikan loyalitas kepada musuh musuh Allah dengan dalih kewarganegaraan dan tanah air. Mereka tidak memberlakukan syariah dengan dalih kemajuan yang merusak dan ibadah kepada setiap thogut.

Diantara prinsip prinsip mereka yang bathil adalah:

"Din adalah milik Allah sedangkan tanah air adalah milik semua orang".

Dan prinsip:

"Din adalah hubungan antara seseorang dengan Rob nya saja, tidak ada fuogsinya dalam kehidupan".

Dan prinsip:

"Keinginan bangsa adalah bagian dari keinginan Allah".

Beliau juga menyebutkan bahwa para alumnus sekolah sekolah penjajah masih senantiasa menancapkan pemahaman pemahaman ini pada umat Islam dari berbagai tingkatan. Beliau berkata:

"Sesungguhnya sekolah sekolah adalah alat pertama bagi penjajah untuk memaksakan pemikirannya atas kita".

Beliau juga berkata:

"Maka wajib bagi kaum muslimin, yang tua ataupun yang muda, pemerintah ataupun rakyat, wajib atas mereka untuk melawan kesyirikan dan penyembahan berhala gaya baru ini". Dan seterusnya dari perkataan Syeikh -diringkas-.

و صلي الله علي نبينا محمد و علي آله و صحبه أجمعين


Alhamdulillah, selesai diterjemahkan pada 9 Jumadil Ula 1433 H.
Ikut andil dalam berda'wah, sebarkan :

Posting Komentar