Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Multimedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Multimedia. Tampilkan semua postingan

Lirik Nasyid Akhi Anta Hurrun

Lirik Nasyid

أخي أنت حرٌّ وراء السدود
أخي أنت حرٌّ بتلك القيود
إذا كنت بالله مستعصما
فماذا يضيرك كيد العبيد؟
أخي هل تُراك سئمت الكفاح ؟
وألقيت عنك إليك السلاح
فمن للضحايا يواسي الجراح
ويرفع راياتها من جديد
أخي إنني اليوم صلب المراس
أدكُّ صخور الجبال الرواسي
غدا سأشيحُ بفأسي الخلاص
رؤوس الأفاعي إلى أن تبيد
أخي إن ذرفت عليَّ الدموع
وبللت قبري بها في خشوع
فأوقد لهم من رفاتي الشموع
وسيروا بها نحو مجد تليد
أخي إنْ نمتْ نلقَ أحبابنا
فروضات ربي اُعدَّت لنا
وأطيارها رفرفت حولنا
فطوبى لنا في ديار الخلود
أخي إنني ما سئمت الكفاح
ولا أنا ألقيت عني السلاح
فإن أنا مت فإني شهيد
وأنت ستمضي بنصر مجيد
ساثار ولكن لرب ودين
وأمضي على سنتي في يقين
فإما إلى النصر فوق الأنام
وإما إلى الله في الخالدين

Akhi... Engkau adalah merdeka walaupun di balik jeruji besi itu

Akhi... Engkau adalah merdeka walau dibelenggu

Bila engkau berpegang teguh kepada Allah

Maka makar manusia tidak akan membahayakanmu

Akhi... kenapa engkau jemu dari berjuang

Dan mencampakkan senjatamu?

Lau siapa lagi yang akan mengobati luka pasukan?

Dan siapa pula akan yang mengangkat kembali panjinya?

Akhi... Sesungguhnya aku pada hari ini adalah tukul besi yang keras

Dengannya akan kuhancurkan batu gunung yang menjulang tinggi

Esok, aku akan menghapusnya dengan pukulan penghabisan

Segala kepala kepala ular hingga hancur berkecai

Akhi... Sekiranya engkau meneteskan air matamu atas kepergianku

Dan dengannya engkau menaburi kuburku dengan hening

Maka nyalakanlah bagi mereka obor dari tulang tulangku

Dan majulah dengannya menuju kegemilangan yang menanti

Akhi... Bila kami mati, kami akan bertemu dengan kekasih kekasih kami

Bahkan taman Rob ku tersedia bagi kami

Serta burung burungnya akan berterbangan di sekeliling kami

Maka berbahagialah kami dalam negeri yang abadi

Akhi... Sesungguhnya aku tidak pernah jemu dari berjuang

Dan aku tidak akan mencampakkan senjataku

Bila aku mati, maka aku syahid

Dan engkau akan terus maju dengan kegemilangan yang agung

Saya akan menuntut balas, akan tetapi demi Rob dan din

Dan akan terus maju diatas jalanku dengan penuh keyakinan

Sampai kepada kemengangan di atas semua manusia

Atau kembali kepada Allah di negeri yang kekal

Keterangan: Nasyid diatas adalah potongan dari syair milik As Syeikh Sayyid Qutb rohimahullah.

Video pesan Syeikh Abdullah Azzam dan lirk nasyid "Mataku Menangis"


Pesan Syeikh Abdullah Azzam rohimahullah:

Para ikhwah telah memintaku untuk bertemu dengan kalian. Maka saya datang kepada kalian untuk menghormati kalian. Meskipun jiwaku merasakan sakit yang amat sangat karena meninggalkan medan tempur.

Demi Allah, ini sangat berat bagiku untuk meninggalkan negeri dimana senjata berlimpah, menuju ke negeri dimana tidak ada senjata. Sulit bagi hatiku untuk meninggalkan orang orang yang menulis sejarah dengan darah mereka. Orang orang itu, meninggalkan mereka adalah merupakan penderitaan dan kesedihan. Dan hidup diantara mereka adalah hidup yang sebenarnya. Aku hidup bersama mereka dan aku memperbarui hidupku dari awal. (Jika) aku jauh dari mereka, aku merasa sedang sekarat.

Oleh karena itu, aku dengan jihad, alhamdulillah, seperti ikan dengan air atau ikan dengan laut. Sebagaimana ikan tidak dapat hidup diluar air, demikian juga diriku dan ruhku, merasa kosong kecuali jika aku bergabung di pertempuran.

Tapi hari ini aku datang kepada kalian, karena berharap dapat membawa sebagian dari kalian ke sana. Ya... Saya seperti pemburu. Juga berharap untuk menyampaikan kepada kalian gambaran gambaran jihad...

* * * * *

Lirik nasyid "Mataku Menangis"

بكت عيني فلوموا أو خذوني

إلي أرض الجهاد وودعوني


تذكرت الجهاد ففاض دمعي

وهيج مقلتي ذل الركون


أحب الغزو، بل أهوي رباه

أحب دكادك الهيجا، دعوني


أناجي النفس أسلبها هواها

أروضها علي خوض المنون


فيا رب العباد أيا إلهي

أجرني أن أنال من المنون


علي فرش معطرة، ولكن

سألتك قتلة تحت الحصون


وإني موقن أن البرايا


ستسطر ما طلبت من الجنون


لحي الله القعود وسالكيه

وكل مخذل نذل خؤون


وكل الحب في غير الإله

سراب، وقد يكون من المجون


فعذرا عذلي عذرا فإني

محب للجهاد فأطلقوني

Matakubercucuran air mata, maka bawalah saya

Ke bumi jihad, dan ucapkan selamat tinggal kepadaku.


Aku mengingat jihad lalu air mataku bercucuran

Tapi kehinaan telah membuat mataku kering.


Aku mencintai peperangan, bahkan menyenanginya

Aku mencintai medan pertempuran, maka biarkanlah aku.


Ku berbisik pada diriku, dan merampas nafsunya.

Melatihnya untuk senang mencari kematian.


Maka wahai Rob manusia, wahai Ilah ku

Jauhkanlah aku dari mendapatkan kematian


Diatas tempat tidur yang wangi, akan tetapi...

Aku memohon pada-Mu kematian di bawah benteng benteng perang


Dan aku meyakini bahwa orang orang itu

Akan menganggap permintaanku ini sebuah kegilaan


Semoga Allah mengutuk sikap meninggalkan perang dan para pelakunya

Juga setiap penelantar jihad dan pengkhianat.


Setiap cinta selain kepada (atau karena) Allah

Adalah fatamorgana, dan terkadang sebuah kegilaan.


Jadi maaf, maaf wahai orang yang mencelaku

Karena aku cinta jihad, maka biarkan aku berjihad.

Dowload Nasyid

Koleksi ceramah Syeikh Abu Bashir Ath Thorthusiy hafizhohullah


Semua ceramah dibawah ini adalah menggunakan bahasa Arab.

حق الرعية علي الراعي


سبعة يظلهم الله


حق المسلم علي أخيه المسلم


الولاء والبراء


الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر


أخوة الإسلام


شهادة التوحيد


حكم الإستهزاء بالدين


الشرك


الدين النصيحة

Catatan :

  • Semua file file diatas disediakan oleh Mimbar At Tauhid Wa Al Jihad.
  • Bila link link tersebut tidak berfungsi atau salah, harap segera melaporkannya kepada kami.

Lirik nasyid "Shobron Ya Nafsi" (Bersabarlah wahai diri)

Saya katakan kepada mereka:
Ini adalah perang salib melawan Islam.


Lalu mereka menjawab:
Bukan, bahkan mereka adalah penyeru kebebasan dan perdamaian!


Perdamaian macam apa ini? Perdamaian macam apa ini, dimana para wanita ditawan, mesjid mesjid dihinakan dan Al Quran diinjak injak?!


Rob kita berfirman kepada kita:


"Orang orang yahudi dan orang orang nashrani sekali kali tidak akan rela kepada kalian"


Akan tetapi orang orang munafik zaman ini mengatakan:
Tidak begitu, mereka rela!


Lalu siapa yang kita percayai? Kita percaya kepada Rob kita atau kepada orang orang munafik itu?

صبرا يا نفسي صبرا يا نفسي صبرا يا نفسي معنا الله

فالقدس تنادي فالقدس تنادي فالقدس تنادي، صرخت آه


صبرا فطريقي صبرا فطريقي صبرا فطريقي من النيران

والحور تنادي والحور تنادي والحور تنادي للرضوان


أتذكر لما ودعتك يوما وبكيت علي الإشفاق

قلت يا ولدي لا تكوي كبدي تقتلني الذكري والاشواق


فخرجت لأني أبصر في بلدي كفرا يتسلط في الأجواء

فحملت سلاحي ورفعت لوائي وخرجت أقاتل في الأعداء


في الجنتي أحدووأغرد أشدووأرتل آيات القرآن

وأقابل فيها زوجي وبنيها وأعانق أهلي والإخوان

Bersabarlah wahai jiwaku, bersabarlah wahai jiwaku, bersabarlah wahai jiwaku. Allah bersama kita.

Al Qudsu memanggil, Al Qudsu memanggil, Al Qudsu memanggil, ia berteriak: "Ahhh...."


Bersabarlah karena jalanku, bersabarlah karena jalanku, bersabarlah karena jalanku dari api.

Bidadari memanggil,Bidadari memanggil, Bidadari memanggil kepada kesenangan.


Ku ingat suatu hari saat pisah denganmu, dan kau menangisiku karena rasa sayang.

Engkau katakan: "Wahai anakku jangan bakar hatiku, hingga kenangan dan rindu membunuhku"


Lalu aku keluar karena aku melihat kekafiran berkuasa di negeriku.

Maka ku bawa senjataku, ku angkat panjiku dan keluar memerangi musuh.


Di Surga aku berdendang, bernyanyi dan membaca ayat ayat Al Quran

Di sana ku cium isteriku dan anak anaknya, ku peluk keluargaku dan ikhwan ikhwanku.

Lirik Nasyid Tahanan Muslim


إلهى قد بكيت دما عليهم

وقلبي موجع طرفي كسير


أبيت وفي الفؤاد جراح وأسرى

تقض مضاجعي فأنا السير


يحاصرني شعور الذل لما

أري الأبطال كبلهم حقير


سجين يا ألهي دون ذنب

سوي عزم يوججهم نفير


إلهي يا عزيزا فوق قوم

معاني الظلم منهم تستجير


إلهي ضيق الدنيا عليهم و عذبهم

بها أنت القدير


وصبرا يا أسير فأنت حر

إلي الأخري بلا قيد تسير


ستنسي ليل مأساة طويل

ستزأر يا أبي وقد تثور


تذكر هذه الدنيا دروب

وفيها السهل منها والعسير


مني الأبطال أن يحيوا كراما

وإن ماتوا فجنات وحور


Ya Allah... Aku telah menangis darah atas mereka.
Dan hatiku perih, jiwaku tersayat.


Aku tidak dapat tidur karena dalam hatiku ada luka luka para tawanan.
Yang rasa itu membangunkanku dari tidur, bahwa aku adalah seorang tawanan.


Perasaan penghinaan menghantuiku.
Ketika aku melihat para pahlawan dibelenggu oleh orang yang hina.


Dipenjarakan, ya Allah tanpa ada dosa.

Kecuali karena kemauan yang kuat untuk berjihad.


Ya Allah yang Maha Perkasa atas hamba.
Mereka yang dizalami meminta perlindungan.


Ya Allah, sempitkan dunia atas mereka (bala tentara musuh).

Dan azablah mereka dengannya, karena Engkau Maha Mampu atas hal itu.


Dan bersabarlah engkau wahai para tawanan.
Karena engkau (akan) bebas.
Menuju kepada kebebasan tanpa ikatan.


Dan engkau akan melupakan malam malam duka yang panjang.
Dan engkau akan berteriak dan membalas (demi Allah).


Ingatlah bahwa dunia hanyalah merupakan jalan.
Yang di dalamnya terdapat kemudahan dan kesulitan.


Harapan para pahlawan adalah untuk hidup mulia.
Dan jika mereka meninggal, maka surga dan bidadari menunggu mereka.

Lirik nasyid Al Asir (seorang tahanan)


Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أطعموا الجائع، وعودواالمريض، وفكوا العاني

"Beri makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bebaskan tawanan !"

Wajib atas kaum muslimin untuk membebaskan saudara saudara seiman mereka dan terkhusus lagi para ulama dan para mujahidin yang sedang ditawan oleh orang orang kafir asli dan kafir murtad.
Apa yang telah kita perbuat untuk membantu membebaskan mereka dan mengurusi keluarga mereka yang ditinggal???

* * * * *


Lirik nasyid Al Asir (seorang tahanan / tawanan)

Penasyid : Abu Ali

أسير في غيائبهم، أسير
أسير في سجونهم حقير

يدنس عزتي علج رماني
علي الرمضاء يلفحني الهجير

يدوس كرامتي حين و حين
يقهقه وهو خمار سكير

وانات الأساري شاهدات
علي ملياركم أين الطرير

وأين الفارس المغوار يأتي
يفك القيد اعياني الزفير

ولو أن القطيع لنا جوار
لما طابت لسكنانا الحمير

أيهنأ عيشكم يا قوم، إني
اجرع كأس حنظلهم مرير

ولكني أخبركم بأنا كمثل الأسد
إذا خفي الزئير

لنا العزمات رغم القيد انا
بقيد الشرع احرار نسير

ايا جبناء قد حان انتقامي
ايا اسارا قد صاح النذير

وميثاق مع الله اشترينا
تكاد نفوسنا شوقا تطير

وفي ذات الله تهين نفسي
ونفس القاعدين لها شخير

Seorang tahanan dalam keterpencilannya... Seorang tahanan.
Seorang tahanan dalam penjara mereka dalam keadaan terhina.

Orang romawi kafir menodai kehormatanku
Di tengah terik matahari yang membakarku.

Kemulianku diinjak injak di sana dan disini
Ia tertawa terbahak bahak sambil mabuk mabukkan.

Dan para isteri isteri tahanan menjadi saksi
Atas milyar kalian, lalu mana anak muda?

Lalu mana pasukan pemberani yang datang
Untuk melepas belenggu hingga kami dapat leluasa bernapas?

Bila sekawanan kambing di samping kami
Tentu keledai tak akan terasa enak bagi kami.

Bagaimana kalian bisa hidup enak enak wahai kaum, sedangkan saya
Meneguk sari buah pahit mereka

Akan tetapi kukabarkan kepada kalian bahwa kami seperti singa
Yang menyembunyikan raungannya

Kami punya azzam meskipun dibelenggu
Kami merdeka dalam ikatan syari'ah

Wahai pengecut, sekarang tiba saatnya pembalasanku
Wahai para tahanan, pemberi peringatan telah berteriak

Kami telah membeli perjanjian dengan Allah
Hampir saja jiwa jiwa kami terbang karena rasa rindu

Demi Dzat Ilah kami korbankan jiwa kami
Sedangkan jiwa mereka yang hanya duduk duduk bisanya mendengkur.

Download nasyid

Akhi... Siapakah ulama itu?


من هو العالم
أذاك الذي في الدجي نائم أخي... يا أخي من هو العالم1
وعند الطغاة يري الجاثم أذاك الذي للهدي ثالم
وعند حرب أهل التقي قائم أذاك الذي للعدي سالم
علي عتبات قصور الطغاة ويقتات دوما بذاك الفتات
فلا تقفن خلفه للصلاة ويمكر دوما لكيد الدعاة
حقيقة كلب الطغاة العتاة ويخفي بثوب التقاة الهداة
ويضحك ذاك المهين اللعين أذاك الذي بايع الظالمين
ويخلط حقا بظلم المهين ويفتي ليلبس كفرا بدين
ويملأ بطنا و كرشا سمين يضلل خلقا يهدم دين
بصرح الضرار وشرك الزمان ويمضي يشرع في البرلمان
ليحرز كرسي زوز مهان ويحشد إنسا ويحشر جان
ليجمع قرشا ويعلي شان ويضحك مبتهجا بالهوان
وأبناء إخواننا جائعون ويبلع ملتهما للصحون
وإخواننا زنزنوا في السجون ويضحك قهقهة في مجون
يبيع الجنان بما هو دون فتبا وسحقا لكل خؤون


Siapakah Ulama Itu?

Akhi... Ya akhi... Siapakah ulama itu?
Apakah ia seorang yang tidur di malam hari?

Apakah ia seorang yang jauh dari petunjuk?
Dan terlihat mendekat kepada thogut?

Apakah ia seorang yang sopan kepada musuh.
Tapi memerangi orang orang bertaqwa?

Apakah ia yang mengumpulkan potongan roti.
Di depan pintu istana thowagit.

Yang selalu bermakar untuk membasmi para da'i?
Maka jangan sekali kali engkau sholat di belakangnya!

Yang bersembunyi di balik baju taqwa.
Padahal sejatinya anjing thogut yang angkuh?

Apakah ia seorang yang membaiat orang orang dholim.
Dan tertawa bersama orang hina lagi terlaknat.

Yang berfatwa demi mengaburkan kekafiran.
Dan memcampur adukkan yang haq dan kedholiman.

Yang menyesatkan manusia, yang meruntuhkan din.
Yang memenuhi perut dan temboloknya dengan lemak.

Yang ikut membuat hukum di perlemen.
Dengan saling mencurangi dan syirik modern.

Yang mengumpulkan manusia, yang menghimpun jin.
Demi memperoleh kursi palsu lagi hina.

Yang tertawa girang dan hina.
Demi mengumpulkan uang dan kerendahan.

Yang melahap piring dengan rakus.
Padahal anak anak saudara kita kelaparan.

Yang tertawa gila terbahak bahak.
Padahal saudara saudara kita di sel penjara?

Maka sial dan celakahlah bagi setiap penghianat.
Yang menjual surga dengan barang murahan.


Abu Muhamad Al Maqdisi
1415 Hijriyah.

Alhamdulillah, selesai diterjemahkan[2] pada:
Jumadil Ula 1433 Hijriyah.


============================

[1] Satu bait pertama dari syair ini adalah milik Syeikh Marwan Hadid rohimahullah.
Kembali

[2] Terjemahan syair ini tidak sama persis dengan versi arabnya, harap maklum.

Taukah engkau bunda, apa kesalahanku?




Tak 'kan kulupakan selama 'ku hidup tangismu yang 'tak kenal henti sejak hari penangkapanku...

Juga di setiap engkau menjengukku. Saat engkau berdiri di depan jendela besuk, air mata itu semakin deras mengalir, walau aku selalu senyum di hadapanmu...

Bunda... Janganlah terpikir dalam hatimu bahwa air matamu adalah barang sepele bagiku atau tidak berarti...Tidaklah begitu...

Semua orang, yang jauh ataupun yang dekat, telah mengetahui akan kecintaan dan baktiku padamu...

Hanya saja, engkaupun telah mengetahui wahai bunda, bahwa din Allah adalah lebih penting bagi kita semua... Tauhidullah adalah lebih kita cintai dari segalanya... Inilah udzurku wahai bunda, bila seandainya sayalah yang menjadi penyebab dari tangis dan kesedihanmu... Maka bersabarlah wahai bunda...

Saya telah meyampaikan padamu berulang ulang bahwa kasus yang tengah kujalani ini adalah demi da'wah mulia... Demi dinullah dan tauhid...Maka cukuplah hal ini sebagai kebanggaanmu wahai bunda...

Saya melihat, engkau rela melakukan perjalanan jauh melintasi padang pasir, demi menjengukku... Di saat engkau menunggu lama di pintu penjara, engkau mendengar obrolan para wanita seputar kasus anak anak mereka, atau suami suami mereka atau saudara saudara mereka... Sebagian besar seputar masalah pencurian, perkosaan, narkoba, pembunuhan dan lain lain... Perhatikanlah wahai bunda... Betapa rendahnya kasus kasus tersebut, hingga dapat menjebloskan pelakunya ke dalam penjara selama bertahun tahun, memutus hubungan silatur rahim mereka dengan keluarganya, dengan orang orang yang mereka cintai, hingga menciptakan kekacauan yang besar... Hanya demi dunia yang fana... Atau demi syahwat sesaat yang hina...

Adapun kami wahai bunda... Saya telah berulang kali menjelaskan padamu perihal kasus dan tuduhan yang dituduhkan kepada kami. Kasus mulia, tinggi dan patut menjadi kebanggaan. Di zaman dimana sebagian besar orang berlutut menyerah dan tidak menolong din ini. Membungkukkan kepala mereka di hadapan para algojo musuh. Mereka puas dengan hidup hina. Mereka rela diam demi terlepas dari beban perjuangan ini. Maka engkau patut berbangga wahai bunda, atas tugas yang Allah anugerahkan kepada kami. Berdo'alah kepada Allah agar kita tetap tegar, agar Dia mengabulkan amalan kita dan menutup kehidupan kita dengan husnul khotimah. Kami menamai kasus kami ini dengan kasus لا إله إلا الله.

Kami sengaja untuk selalu mengumumkannya, menulisnya pada pintu tempat tidur kami, atau pada lembaran dan dokumen penjara. Agar hal ini menjadi pintu masuk untuk berda'wah kepada petugas keamanan penjara serta yang selain mereka, yang belum memahami kasus ini serta menjelekkannya. Yaitu ketika mereka dengan spontan bertanya: "Apakah لا إله إلا الله adalah sebuah kasus?"

Lalu kami semua menjawab: " "لا إله إلا الله. Begitulah yang mereka anggap".

Kemudian kami menjelaskan kepada mereka bahwa kalimat agung ini memiliki beban tugas, tuntutan tuntutan dan syasat syarat. Kalimat ini mengandung perkara perkara besar yang sebagiannya dapat mengokohkannya dan sebagian yang lain dapat membatalkannya. Yang dituntut tidak sekedar mengucapkannya saja, tapi juga menerapkannya.

Kemudian kami menjelaskan kepada mereka, bagaimana mereka telah bekerja siang malam demi robohnya kalimat ini beserta segala rukun rukunnya. Bagaimana mereka telah menjadi tentara musuh musuhnya, yang memeranginya dan memerangi penganut dan penolong penolongnya. Maka bagaimana mungkin mengucapkan kalimat ini dengan diiringi perbuatan perbuatan diatas dapat memberi manfaat bagi mereka.

Kalimat yang agung ini memiliki bala tentara yang berjihad demi menegakkannya. Yang rela mengorbankan waktu dan umur mereka demi mempertahankannya. Karena kalimat ini mereka dipenjara. Demi kalimat ini, demi menerapkan dan menegakkannya serta demi menegakkan syariatnya, mereka mendapatkan bala' dan disiksa. Dan kami berharap kepada Allah, agar Dia menjadikan kami termasuk dari mereka.

Kalimat inipun memiliki musuh musuh dan lawan lawan. Yang menolong apa apa yang bertentangan dan dapat membatalkan kalimat ini, yang berupa hukum hukum thogut dan din orang orang kafir. Perang diantara kedua kelopok ini terus berlanjut sejak Allah menciptakan makhluq... Dua kelompok yang berselisih... Dua kelompok yang selalu berselisih tentang Rob nya...

Diantara mereka (maksudnya diantara petugas keamanan penjara yang mendengar nasihat beliau ini. Pent) ada yang mengangguk nganggukkan kepalanya saat mendengar hal ini atau yang semisal. Mereka mengakui akan realita yang pahit ini, tetapi mereka beralasan dengan alasan mencari rezki dan nafkah anak anak serta alasan alasan lain yang serupa... Lalu kami menginkari alasan alasan mereka ini, yang dengannya mereka bergabung dan menolong kesyirikan. Bukankah Allah subhanahu wa ta'ala telah memperingatkan:

إن من أزواجكم و أولادكم عدوا لكم فاحذرهم

"Sesungguhnya diantara isteri isteri dan anak anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian, maka waspadalah kalian terhadap mereka". (Surat At Taghobun : 14).

Dan bukankah Allah juga telah berfirman?:

قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما إمرهم و 7فعلون ما يؤمرون

"Periharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, diatasnya terdapat malaikat malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu melaksanakan apa yang telah diperintahkan kepada mereka". (Surat : 6).

Diantara mereka pula, ada yang semakin angkuh dan sombong serta berterusan di dalam kebatilannya. Maka tidaklah mengherankan bila dada dada musuh musuh Allah tesasa sesak mendengar da'wah agung ini, da'wah yang selalu menyingkap kebatilan mereka dan kebatilan arbaab (rob rob) mereka. Allah ta'ala berfirman:

وإذا ذكر الله وحده اشمأرت قلوب الذين لا يؤمنون بالآخرة وإذا ذكر الذين من دونه إذاهم يستبشرون

"Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, sesaklah hati orang orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan apabila nama sembahan sembahan mereka selain Allah yang disebut, tiba tiba mereka bergirang hati". (Surat Az Zukhruf : 45).

Dan tidaklah mengherankan jika mereka marah saat mendengar kami menerangkan kepada mereka hakekat tuduhan yang dituduhkan kepada kami... Sungguh Allah telah berfirman:

إنهم كانوا إذا قيل لهم لاإله إلاالله يستكبرون

"Sesungguhnya mereka, apabila dikatakan kepada mereka "laa ilaaha illaa Allah" (tidak ada ilah selain Allah) mereka menyombongkan diri. (Surat Ash Shoffaat : 35).

Semoga keselamatan bagimu wahai bunda...

Saya telah sering menjelaskan kepadamu bunda, akan tabiat dari jalan ini, dan bahwa ini adalah jalan para Rosul beserta jalan para pengikut dan hawariyyun mereka... Lalu masihkah selau menangis dan meneteskan air mata...?

Saya 'tak akan melupakan tangisanmu saat engkau hendak pamit dari kunjunganmu ketika 'idul adhha al mubarok. Janganlah terdetik dalam hatimu bunda saat melihat senyumku yang berterusan dari balik jendela besuk, bahwa saya mengabaikan dan menganggap remeh tangisanmu... Tidak, tidaklah begitu...

Akan tetapi harapan saya wahai bunda, kiranya engkau dapat mencoba melupakan perihal keadaan saya yang dipenjara, dan agar engkau dapat menyalurkan air mata dan kesedihanmu itu untuk sesuatu yang lebih agung dan lebih tinggi. Di hari itu pula aku membuat qoshidahku ini, untukmu bunda...


دينا جريحا ما عليه بواكيا لا تبكني أماه وابك بلوعة
فلأجل ربي استطيب عذابيا ما كنت يوما رغم حبسي جاثيا
و أنا لربي قد نذرت حياتيا فالسجن خير من حياة مذلة
والقوذ ليس بمطفئ أنواريا والسجن ليس بحابس لي دعوتي
ورنينها يشجي ربوع فؤاديا أنا هاهنا حر برغم سلاسلي
شعب يطأطئ للخيانة جاثيا أنا هاهنا حر و دون قيودنا


Janganlah engkau menangisiku bunda.
Tangisilah din ini yang ditimpa bala.

Meski di penjara, aku pantang menyerah.
Demi Rob ku, siksaanpun 'kan terasa indah.

Penjara lebih baik dari hidup rendah.
Dan hidupkupun telah ku nadzarkan buat Allah.

Penjara 'tak akan merintangi da'wahku.
Juga belenggu 'tak akan memadamkan cahayaku.

Saya di sini merdeka meski dirantai.
Dan suaranya pun menenteramkan hati.

Saya disini merdeka, sedangkan mereka,
Mengangguk khianat lagi menyerah.


Hingga akhir bait bait qoshidah...

Ku ingat tangisanmu di jendela besuk... Dimana saya selalu bertanya kesana kemari, terkadang tentang keadaan ayah dan pekerjaan beliau... Terkadang pula tentang anak anakku dan kegaduhan mereka... Saya membawa pembicaraan kesana kemari, agar engkau lupa dari duka citamu. Bila percakapan kita mengarah ke masalah thogut atau anak buahnya, engkau menggigit bibirmu memberi isyarat: "Cukup, nanti mereka dengar!"

Ibu... Apa yang kita takutkan dan khawatiri..?

Tidakkah telah kuberitahu bahwa kami telah membuat mereka kenyang mendengar hal ini... Tidak ada satupun yang belum mereka dengar.. Allah... Saya melihat senyum bibirmu di tengah tangisanmu...

Berdo'alah buat keselamatan puteramu 'Ashim yang tengah tertawan. Bait bait syair ini kuhadiahkan buatmu...

أتعرفين جريمتي

ومن فؤادي بل من نزف شرياني من عتمة السجن بل من نور إيماني1
أعددته في غد الأيام أكفاني أخط دعوتي بدمي علي ورق
تلك التي من أجلها زجوا بجثماني أتعرفين يا أم أو تهمي
عن دحردعوتي أو من نزع إيماني ومزقوا جسدي من بعدي يئسوا
ولا أذل لطاغوت وخوان لأنني عشت لا أرضي بطاغية
من بطش جلادهم أو ظلم سجان لأنني لم أرتض صمتا يخلصني
براءتي من كفرهم جهرابأوطاني جريمتي أنني لازلت أعللها
فإنها منح من فضل رحمن فلاتقولي أضعت العمر في محن
فالله يرحمهم والله يرعاني ولا تقولي صغارك لست ترحمهم
إني رضيت بعيش العز ديداني فقر عينا ولا تبكي عفلي محني
الحاكمون به عبدوا كأوثان زنزانتي خور من صاحبت في زمن
فبندوقيتي يا أم الصاحب الثاني وإن أودعها يوما وأهجرها



Taukah engkau bunda, apa kesalahanku?

Dari kegelapan penjara dan cahaya imanku.
Dari lubuk hatiku dan danyut nadiku.

Kutulis da'wahku ini dengan darahku.
Yang kusiapkan sebelum datang kematianku.

Tahukah engkau bunda, apa kesalahanku?
Hingga dengannya mereka menghukumku.

Dan menyiksaku karena mereka tak mampu.
Memadamkan cahaya da'wah dan imanku.

Karena ku tak rela hidup bersama thogut.
Merendahkan diri di hadapan penghianat.

Karena ku tak sudi diam tak bicara.
Agar terlepas dari siksaan penjara.

Kesalahanku hanyalah sikap baro'ahku.
Dari kekafiran mereka dalam negeriku.

Janganlah menganggapku hanya buang buang waktu.
Bahkan inilah keutamaan dari Rob ku.

Jangan katakan kulalaikan anak anakku.
Allah lah yang menjaga mereka dan menjagaku.

Bergembiralah dan jangan menangisiku.
Ku rela hidup dengan kebiasaanku.

Selku, sungguh teman terbaikku.
Yang menghukumku diibadahi seperti berhala.

Bila kelak tiba masa bebasku
Maka senapan wahai bunda, teman keduaku.[2]



Abu Muhamad Al Maqdisi
Penjara Al Balqo 1418 H.

Alhamdulillah, selesai diterjemahkan pada 9 Jumadil Ula 1433 H.

========================

[1]. Dinukil dari bait bait milik sahabat kami dalam penjara, yaitu penyair Aiman Al 'Atum.


[2]. Seluruh terjemahan syair syair diatas tidak murni sama dengan versi arabnya, melainkan telah sedikit dirubah, harap maklum. Pent.