Headlines News :
Home » » Sifat sifat 'ibadah

Sifat sifat 'ibadah

Written By Terapkan Tauhid on 14 Maret 2012 | Rabu, Maret 14, 2012

Suatu ibadah, agar menjadi seperti yang dituntut oleh Allah kepada kita, seyogyanya disertai dengan 3 perkara, yaitu:

- Al Hubbu (rasa cinta),
- Al Khouf (rasa takut), dan
- Ar Roja (rasa berharap).

1. Kita beribadah kepada Allah karena rasa cinta kita kepada-Nya. Allah telah memuji hamba hamba-Nya dengan hal tersebut. Dia berfirman:
والذين آمنوا أشد حبا لله
"Dan orang orang yang beriman, sangat besar cinta mereka kepada Allah" (Al Baqoroh : 165)

2. Demikian juga kita beribadah kepada-Nya karena rasa takut kita dari adzab Allah yang maha Suci. Allah ta'ala berfirman:
فلا تخافوهم و خافون إن كنتم مؤمنين
"Maka janganlah kalian takut pada mereka, takutlah kepada-Ku jika seandainya kalian orang orang beriman." (Ali 'Imron : 175)
Dan Allah azza wa jalla juga berfirman:
يدعون ربهم خوفا وطمعا
"Mereka menyeru Rob mereka dengan perasan takut dan rasa tamak"
Maksudnya, dengan penuh rasa takut dari adzab-Nya dan rasa tamak terhadap ampunan-Nya, surga-Nya dan pahala-Nya.

3. Demikian juga rasa roja' (rasa berharap). Allah ta'ala berfirman:
ويرجون رحمته ويخافون عذابه إن عذاب ربك كان محذورا
"Dan mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut dari adzab-Nya, sesungguhnya adzab Rob mu adalah sesuatu yang harus ditakuti." (Al Isroo' : 57).

Kita beribadah kepada Allah atas dasar rasa cinta kepada-Nya, rasa takut dari dari adzab-Nya, dan rasa berharap kepada ampunan dan pahala-Nya dalam satu waktu. Beginilah keadaan dan ciri orang orang sholeh dan beginilah sifat yang benar yang diinginkan oleh Allah dari hamba hamba-Nya, oleh karena itu sebagian para salaf berkata:
من عبد الله بالحب وحده فهو زنديق ومن عبده بالخوف وحده فهو حروري ومن عبده بالرجاء وحده فهو مرجئ أما صاحب السنة فيجمع بين ذلك كله
"Barang siapa yang beribadah kepada Allah hanya dengan rasa cinta saja, maka dia adalah seorang zindiq.[2] Dan barang siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan rasa takut saja, maka dia adalah seorang haruriy.[3] Dan barang siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan rasa roja' (berharap) saja, maka dia adalah seorang murjiah.[4] Adapun ahlus sunnah, maka dia mengumpulkan semua perasaan tersebut.

=======================

[2]
Sebagaimana sebagian orang orang sufi mengaku ngaku bahwa mereka adalah orang orang yang dicintai oleh Allah. Mereka beribadah kepada-Nya hanya atas dasar cinta kepada-Nya saja dan bukan atas dasar takut dari hukuman-Nya serta bukan pula atas dasar rasa roja' dan berharap kepada ampunan dan pahala'Nya. Hal ini adalah salah satu sebab terbesar dari kesesatan dan penyimpangan mereka. Karena mereka menyelisihi perintah Allah azza wa jalla, dimana Dia telah memerintah kita untuk beribadah kepada-Nya dengan rasa takut dan rasa berharap secara bersamaan. Dia berfirman:
ادعوه خوفا و طمعا
"Dan berdo'alah kalian kepada-Nya dengan rasa takut dan rasa tamak"(Al A'roof : 56).
Mereka yang sesat ini tidaklah lebih paham dan lebih berilmu dari para Nabi dan hamba hamba Allah yang sholih yang telah disifati oleh Allah bahwa mereka menyeru Rob mereka dengan rasa takut dan rasa tamak, dan Dia memuji mereka atas hal tersebut.

[3]Haruriyyah adalah orang orang khowarij, dinisbatkan kepada haruro' yaitu nama suatu negeri tempat dimana mereka mulai nampak.

[4] Al Murji'ah yaitu mereka yang mengesampingkan amalan dari iman. Maksudnya, mereka mengakhirkan dan menyepelekan amalan serta tidak menjadikannya sebagai syarat atau rukun dari iman. Sebagaimana banyak orang orang sekarang mengatakan ketika mereka diajak untuk sholat atau amalan amalan wajib yang lain : "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", tanpa memenuhi sesuatupun dari ajakan tersebut.

Kembali Ke Daftar Isi
Ikut andil dalam berda'wah, sebarkan :

Poskan Komentar