Headlines News :
Home » , , , » Keluar dari ketentaraan kafir

Keluar dari ketentaraan kafir

Written By Terapkan Tauhid on 13 Juli 2012 | Jumat, Juli 13, 2012


Pertanyaan:

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Syeikh kami yang mulia, semoga Allah memberkahi anda dan jihad anda. Kami memohon kepada Allah agar Dia meneguhkan anda di atas al haq, dan agar Dia mengumpulkan kita di Jannah yang penuh kenikmatan. Amin.

Seorang perwira yang bekerja di ketentaraan meminta saya untuk menanyakan pertanyaan ini:

Ia berkata: "Saya bekerja dalam ketentaraan dengan pangkat yang tinggi.

Saya tidak pernah meyakini sama sekali bahwa pekerjaan saya adalah sebuah kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari Millah Islam, kecuali setelah saya bergaul dengan para ikhwan ikhwan. Mereka menerangkan kepada saya tentang masalah ini dan hukum syar'i nya, maka saya telah bertekad untuk keluar dari pekerjaan kafir ini. Akan tetapi saya menghadapi rintangan yang membuat saya bingung. Rintangan ini berupa persyaratan yang tetapkan oleh thogut saat interview pengunduran diri saya.

Mereka mengharuskan untuk membayar ganti rugi sebesar ...., atau penjara selama ...., atau membatalkan pengunduran diri.

Saya tidak mampu membayar sejumlah itu, dan sayapun tidak kuat untuk dipenjara, karena saya takut tertimpa fitnah.

Lalu apa yang anda nasehatkan kepada saya atau apa yang anda perintahkan kepada saya, semoga Allah memberi berkah kepada anda.

Penanya : Muwahhid12.

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Rob alam semesta, semoga sholawat dan salam atas Rosulullah , juga atas keluarga dan sahabat sahabat beliau.
Wa ba'du:

Saudaraku yang mulia. Tentara tentara ini, tugas utama mereka adalah memerangi syari'at Allah dan melindungi apa apa yang bertentangan dengannya yang berupa undang undang buatan dan uud syirik, serta melindungi thogut thogut yang memerintah dengan selain apa apa yang telah Allah turunkan.

Sifat syar'i bagi personal personal tentara ini adalah bahwa mereka termasuk tentara thogut yang mana Allah telah berfirman tentang mereka:

والذين كفروا يقاتلون في سبيل الطاغوت، فقاتلوا أولياء ا لشيطان إن كيد الشيطان كان ضعيفا

"Dan orang orang kafir berperang di jalan thogut, maka perangilah wali wali syetan, sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah"
(An Nisa' : 76)

Allah Ta'ala berfirman:

إن فرعون وهامان وجنودهما كانوا خاطئين

Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentara tentara mereka berdua, mereka adalah bersalah"
(Al Qoshosh : 8)

Seorang muslim muwahhid (yang bertauhid) harus ber-wala' (loyal) kepada wali wali Allah dan memusuhi musuh musuh Allah serta ber-baro' terhadap ketentaraan ini karena sebab perang mereka terhadap syari'at Allah.

Adapun bagi yang tidak mengetahui keadaan mereka dan tidak mengetahui akan haramnya bergabung dengan mereka, maka ia harus segera bertaubat dan segera keluar dari ketentaraan.

Termasuk dari kesempurnaan taubatnya, hendaknya ia memanfaatkan pengalaman militer yang ia miliki untuk menolong Din dan membantu para mujahidin di berbagai bidang dan medan.

Kemudian mengabarkan masyarakat tentang hakekat ketentaraan ini dan apa yang terkandung di dalamnya yang bertentangan dengan syariat Allah dan loyalitasnya kepada musuh musuh Allah. Karena orang yang paling mampu untuk mengekspos hal ini adalah yang berada di dalamnya.

Adapun bila keluar darinya tidak memungkinkan seperti yang anda sebutkan, maka disyari'atkan bagi anda pada keadaan ini untuk pura pura sakit dan tidak mampu untuk bekerja, bahkan memalsukan sebagian surat surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa anda tidak mampu melanjutkan pekerjaan.

Mencontoh Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang pura pura sakit agar tidak keluar bersama kaumnya pada hari raya, dimana mereka saat itu mengagungkan ilah ilah mereka, Nabi Ibrahim berkata:

إني سقيم

"Sesungguhnya saya sakit"
(Ash Shoffat : 89)

Ibnu Jarir telah meriwayatkan dalam menafsiri ayat:

فنظر نظرة في النجوم، فقال إني سقيم

Lalu Nabi Ibrahim melihat ke arah bintang, kemudian berkata: "Sesungguhnya saya sakit"
(Ash Shoffat :88-89)

Dari Sa'id bin Musayyab, bahwa beliau (Nabi Ibrahim) melihat ke arah bintang yang terbit lalu berkata: "Sesungguhnya saya sakit" Sa'id bin Musayyab berkata: "Nabi Allah telah bermuslihat demi menjaga Din nya, lalu berkata: Sesungguhnya saya sakit"

Dari Adh Dhohak beliau berkata: Mereka (kaumnya Nabi Ibrahim) berkata kepada Nabi Ibrahim: "Keluarlah bersama kami" Lalu beliau menjawab: "Saya tertusuk" Kemudian mereka meninggalkannya karena kawatir dibenci oleh beliau."

Dari Ibnu Zaid, dari bapaknya, beliau berkata: "Raja mereka mengutus utusan kepada Nabi Ibrahim, lalu berkata: "Besok hari raya kita, maka hadirilah bersama kami". Lalu beliau memandang ke arah bintang dan berkata: "Bintang itu tadi belum muncul, lalu muncul dan saya sakit." Beliau berkata: "Saya sakit."

عن ابي هريرة أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال لم يكذب إبراهيم النبي عليه السلام قط إلا ثلاث كذبات ثنتين في ذات الله قوله إني سقيم وقوله بل فعله كبيرهم هذا، وواحدة في شأن سارة، رواه مسلم

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ibrahim sang Nabi 'alaihissalam tidak pernah sama sekali berbohong kecuali hanya tiga perbuatan bohong, dua berkaitan dengan Dzat Allah, yaitu perkataan beliau: "Saya sakit" dan perkataan beliau: "Bahkan yang mengerjakan ini adalah yang paling besar diantara patung patung ini." Dan yang satu lagi berkaitan dengan Sarah." (Diriwayatkan oleh Muslim)

وفي لفظ الترمذي لم يكذب إبراهيم عليه السلام في شيء قط إلا في ثلاث قوله إني سقيم ولم يكن سقيما

Dan dalam lafazh At Tirmidzi: "Ibrahim 'alaihissalam tidak pernah sama sekali berbohong kecuali tiga kali, perkataannya: "Saya sakit" padahal beliau tidak sakit...."

وفي لفظ ابي يعلي لم يكذب إبراهيم إلا ثلاث كذبات كلهن في الله

Dan dalam lafazh Abu Ya'la: "Ibrahim jidak pernah berbohong kecuali tiga kali..."


وفي حديث آخر فقال رسول الله صلي الله عليه وسلم ان حاول بهن إلا عن دين الله قوله إني سقيم وقوله بل فعله كبيرهم هذا وقوله لامرأته انها أختي، رواه أحمد

Dan dalam hadits yang lain, maka berkata Rosulullah shollahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Beliau (Nabi Ibrahim.Pent) tidak bersiasat kecuali demi menjaga Din Allah, yaitu perkataan beliau: "Saya sakit", dan "Bahkan yang mengerjakannya adalah yang paling besar diantara patung patung ini" dan perkataan beliau terhadap isterinya "Sesungguhnya dia adalah saudariku" (Diriwayatkan oleh Ahmad).

Siasat yang dikerjakan oleh Nabi Ibrahim ini adalah demi menjaga Din nya dan agar tidak ikut serta bersama dengan kaum beliau dalam kesyirikan mereka.

Allah ta'ala telah berfirman:

قد كانت لكم أسوة حسنة في إبراهيم والذين معه إذ قالوا لقومهم إنا براء منكم ومما تعبدون من دون الله

"Telah ada suri tauladan bagi kalian pada diri Ibrahim dan mereka yang bersamanya, tatkala mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami ber-baro' (berlepas diri) dari kalian dan dari apa apa yang kalian ibadahi selain Allah."

Wallahu a'lam.
Walhamdulillahi Robbil 'alamin.

Syeikh Abul Mundzir Asy Syanqithi

Ikut andil dalam berda'wah, sebarkan :

Posting Komentar