Headlines News :
Home » , » Pedang terhunus untuk memenggal penghina Nabi

Pedang terhunus untuk memenggal penghina Nabi

Written By Terapkan Tauhid on 15 September 2012 | Sabtu, September 15, 2012


Bayan Dari
Mahkamah Syar'iyyah Tanzhim Al Qoidah
Negeri Dua Sungai


Segala puji milik Allah, yang Maha Agung, Maha Penyantun, Pemilik azab yang keras, yang mengampuni dosa, menerima taubat, lagi keras azab-Nya dan mempunyai karunia. Tiada Ilah kecuali Dia dan hanya kepada-Nya kembali (semua makhluk). Sholawat dan salam atas Nabi kita yang ceria dan ksatria perang, yang telah bersabda terhadap orang orang musyrikin Quraisy:

جئتكم بالذبه

"Saya telah mendatangi kalian dengan penyembelihan!"

Juga atas keluarga beliau yang baik dan para sahabat sahabat beliau yang karena Allah, mereka tidak memperdulikan celaan orang orang yang mencela. Amma ba'du:

Allah Ta'ala berfirman:

وما قدروا الله حق قدره والأرض جميعا قبضته يوم القيامة والسماوات مطويات بيمينه سبحانه وتعالي عما يشركون

"Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit langit digulung dengan Tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan."
(Az Zumar:67)

Dan Allah Ta'ala berfirman:

لتؤمنوا بالله ورسوله وتعزروه وتوقروه وتسبحوه بكرة وأصيلا

"Supaya kalian semua beriman kepada Allah dan Rosul-Nya, menguatkan (dien)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang."
(Al Fath:9)

Ash Shodiqul Mashduq shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

بعثت بين يدي الساعة بالسيف حتي يعبد الله تعالي وحده لا شريك له وجعل رزقي تحت ظل رمحي وجعل الذل والصغارعلي من خالق أمري

"Saya telah diutus menjelang hari kiamat dengan pedang hingga Allah saja yang diibadahi. Dan rezekiku telah dijadikan berada dibawah naungan tombak. Dan telah dijadikan hina dan rendah siapa yang menyelisihi urusanku."
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad)

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan kita untuk mengagungkan-Nya, memuliakan-Nya, dan mencintai-Nya dan takut kepada-Nya. Dan Dia telah memperingatkan kita agar tidak melanggar batasan batasan-Nya dan mengerjakan apa apa yang diharamkan-Nya. Dia yang Maha Tinggi berfirman:

ويحذركم الله نفسه وإلي الله المصير

"Dan Allah memperingatkan kalian terhadap Diri-Nya, dan hanya kepada Allah lah kalian kembali"
(Ali Imran:28)

Dan Allah telah memerintahkan kepada kita untuk mengagungkan hak Nabi kita, menghormati beliau, sampai Dia telah melarang kita dari mengangkat suara kita melebihi suara beliau. Allah Ta'ala berfirman:

يا أيها الذين آمنوا لا ترفعواأصواتكم فوق صوت النبي ولا تجهروا له بالقول كجهر بعضكم لبعض أن تحبط أعمالكم وأنتم لا تشعرون

"Hai orang orang yang beriman, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi, dan janganlah kalian berkata kepadanya dengan suara keras seperti kerasnya suara sebagian kalian terhadap sebagian yang lain, supaya tidak terhapus amal amal kalian sedangkan kalian tidak menyadarinya."
(Al Hujurat:2)

Allah Ta'ala telah mengancam setiap orang yang merusak hak Allah dan Rosul, atau yang menyakiti Allah dan Rosul-Nya dengan laknat dan azab yang menghinakan. Allah Ta'ala berfirman:

إن الذين يؤذون الله ورسوله لعنهم الله في الدنيا والآخرة وأعد لهم عذابا مهينا

"Sesungguhnya orang orang yang menyakiti Allah dan Rosul-Nya, Allah melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan."
(Al Ahzab:57)

Telah menyebar luas pada masyarakat kita sekarang ini sebuah fanomena keji dan kebiasaan buruk yang dapat membuat hati dan badan gemetar, menggoncangkan bumi dan membelah langit. Ketahuilah bahwa fanomena tersebut adalah perbuatan kriminal menghina Allah Ta'ala dan menghina Rosul shollallahu 'alaihi wa sallam. Tidak diragukan lagi bahwa menghina Allah perbuatan lisan yang menjadikan pelakunya kafir yang paling buruk dan keji. Sebagaimana juga telah diketahui bahwa penghina Allah Ta'ala dan penghina Rosul shollallahu 'alaihi wa sallam adalah kafir murtad dari din nya dan halal darahnya.

Dalilnya adalah sabda Nabi sholallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits riwayat Al Bukhoriy:

من لكعب بن الأشرف؟ فإنه قد أذي الله ورسوله

"Siapa (yang dapat menghadapi) Ka'ab bin Al Asyrof?"

Lalu Muhammad bin Maslamah berdiri dan berkata: "Saya wahai Rosulullah, apakah engkau menghendaki agar saya membunuhnya?" Lalu beliau menjawab:

نعم

"Ya"

Menghina adalah perkataan yang bertujuan untuk merendahkan dan meremehkan. Inilah yang dipahami dari kata menghina pada akal akal manusia meskipun keyakinan mereka berbeda beda, seperti menjelek jelekkan, melaknat dan yang semisalnya.

Para ulama umat ini telah berijma' bahwa penghina Allah Ta'ala dan penghina Rosul shollallahu 'alaihi wa sallam adalah kafir keluar dari Islam dan dibunuh serta darahnya tidak diharamkan.

Ibnu Taimiyyah berkata: "Sesungguhnya menghina Allah atau menghina Rosul-Nya shollallahu 'alaihi wa sal lam adalah perbuatan kafir secara zhahir dan batin, sama saja apakah pelakunya tetap meyakini bahwa perbuatan tersebut adalah haram ataupun ia telah menghalalkannya atau ia bingung."

Al Qodhi 'Iyadh berkata: "Tidak ada perselihan bahwa orang yang menghina Allah Ta'ala dari kaum muslimin adalah kafir dan halal darahnya."

Imam Ahmad berkata tentang orang tersebut: "Orang ini murtad dari Islam dan dipenggal kepalanya."

Ibnu Rohawaih berkata: "Kaum muslimin telah berijma' bahwa menghina Allah Tabaraka wa Ta'ala atau menghina Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam... Seseorang menjadi kafir dengan melakukan hal ini, walaupun ia tetap mengakui apa apa yang telah Allah turunkan."

Kami telah melihat fanomena ini menyebar di bawah naungan negara negara kafir. Ini karena undang undangnya yang telah menetapkan hukuman berat bagi orang yang menghina para pemuka pemuka mereka, akan tetapi membiarkan orang yang menghina Raja para raja, Penguasa langit dan bumi.

Oleh karena itu, Mahkamah Syar'iyyah Mujahidin Al Qoidah telah memutuskan untuk memberikan peringatan terakhir kepada setiap orang yang menampakkan penghinaan kepada Allah atau penghinaan kepada Rosul shollallahu 'alaihi wa sallam agar bertaubat dari tindakan kriminal keji ini, atau kalau tidak, maka pedang adalah lebih akurat pemberitaannya daripada tulisan.

Mahkamah Syar'iyyah Tanzhim Al Qoidah

Negeri Dua Sungai

Ikut andil dalam berda'wah, sebarkan :

Poskan Komentar